JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Eky dan kekasihnya Vina meninggal dunia secara tragis setelah disiksa oleh 11 anggota geng motor di Cirebon pada 2016 silam.
Tiga dari 11 pelaku, yaitu Dani, Andi, dan Pegi alias Egi, hingga saat ini masih buron.
Ayah Eky, Iptu Rudiana, yang saat ini menjabat sebagai kapolsek, akhirnya memberikan klarifikasi.
Ia meminta agar seluruh warga negara Indonesia menahan diri dan tidak membuat keluarganya merasa lebih sakit lagi.
Iptu Rudiana juga memastikan bahwa dirinya tidak tinggal diam dan selalu berupaya bekerja sama dengan pihak Reskrim untuk mengungkap kasus pembunuhan putranya.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan, "Eki adalah anak kandung kami yang menjadi korban dari kelompok-kelompok yang kejam. Saya terus berupaya dan bekerja sama dengan reskrim, terbukti beberapa pelaku kami amankan, dan sisanya sedang kami perjuangkan untuk dilakukan pengungkapan,’’ ujarnya seperti dikutip dari akun Instagram pengacara ternama, @hotmanparisofficial, Jumat (17/5).
Dalam potongan video, Iptu Rudiana meminta publik menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus pembunuhan putranya kepada pihak berwajib.
Rudiana tak kuasa menahan tangis. Terlihat betul dengan sekuat tenaga menahan emosinya ketika memberikan pernyataan tersebut.
’’Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, pada kesempatan ini saya mengharapkan kepada seluruh warga negara Indonesia, saya adalah orang tua kandung dari Almarhum Muhammad Rizky Rudiana atau Eki," kata Iptu Rudiana di awal video dengan terbata-bata.
Iptu Rudiana memohon, agar seluruh warga negara Indonesia menahan diri dan tidak membuat keluarganya merasa lebih sakit lagi.
"Saya mohon kepada seluruh warga negara Indonesia agar jangan membuat kami lebih sakit," katanya.
Kapolsek Kapetakan itu memastikan, bahwa dirinya tidak tinggal diam. Selalu berupaya kerja sama dengan pihak Reskrim untuk mengungkap kasus pembunuhan putranya.
’’Eki adalah anak kandung kami yang mana menjadi korban dari pada kelompok-kelompok yang kejam. Saya tidak diam, saya terus berupaya dan bekerja sama dengan reskrim, terbukti beberapa (pelaku) kami amankan, dan sisanya sedang kami perjuangkan untuk dilakukan pengungkapan,’’ ungkapnya.
’’Sekali lagi saya mohon doa mudah-mudahan orang-orang yang telah mengambil nyawa anak saya bisa segera terungkap dan sekali lagi saya mohon kepada seluruh warga negara Indonesia agar jangan berasumsi atau memberikan statemen-statmen yang akan mungkin lebih membuat kami sakit’’.
"Kami cukup yang mengalami. Selama 8 tahun saya berupaya untuk sabar dan saya mohon, agar seluruh (warga) Indonesia bisa mendoakan anak saya supaya tenang dan para pelakunya bisa segera terungkap,’’ pungkas Iptu Rudiana.
Muhammad Rizky Rudiana, 16 alias Eki adalah salah satu korban dalam peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan di Kota Cirebon, delapan tahun silam.
Korban lainnya adalah Vina Dewi Arsita, 16 alias Vina. Peristiwa nahas ini terjadi pada Agustus 2016. Vina dan Eki adalah korban kekejaman gerombolan geng motor di Cirebon.
Kasus ini telah bergulir sampai ke persidangan. Sejumlah pelakunya telah diadili. Ada 7 pelaku yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan satu pelaku dipenjara delapan tahun karena masih di bawah umur.
Kasus ini kembali mencuat ke publik setelah penayangan Film Vina: Sebelum 7 Hari yang mengadaptasi kisah nyata di Cirebon tersebut.
Setelah film itu dirilis, Polda Jawa Barat mengeluarkan daftar pencarian orang alias DPO yang menyebutkan bahwa 3 pelaku pembunuhan Vina dan Eki belum tertangkap.
Sejumlah spekulasi mengenai kasus ini pun terus berkembang. Termasuk dugaan publik terkait beking kepolisian terhadap salah satu pelaku yang masih buron.
Publik pun mendesak pihak kepolisian agar segera menyelesaikan kasus tersebut. Belakangan, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga ikut angkat bicara.
Bahkan, yang terbaru, Mabes Polri telah membuat pernyataan resmi terkait penanganan kasus tersebut. Ditegaskan bahwa, kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon masih ditangani oleh Polda Jawa Barat. (*)
Editor : Imron Arlado