JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film Horor tarot telah tayang pada tanggal 15 Mei 2024.
Bergenre horor Hollywood, film ini mampu menarik perhatian para penonton karena memiliki alur cerita yang menyeramkan, mencekam serta akan teror kutukan dari kartu yang penuh dengan momen jumpscare.
Sudah terlihat jelas jika film ini menghadirkan kengerian lewat konsep kutukan dari kartu tarot tersebut.
Yang membuat film ini unik adalah dengan adanya kehadiran kutukan lewat kartu tarot serta tema kutukan lainnya.
Apalagi , sosok makhluk yang meneror masing-masing remaja tersebut mempunyai karakter wujud yang sama dengan sosok yang telah tergambar dalam kartu terakhir mereka.
Konsep kutukan ini lalu digabungkan dengan elemen jumpscare mengejutkan sejak di awal film.
Elemen jumpscare inilah yang menjadi andalan dalam menciptakan kengerian bagi para penonton dari awal hingga akhir film.
Karena rating usia PG-13, adegan kematian di dalam film ini tidak diperlihatkan secara brutal.
Meski begitu, tetap membuat rasa ngilu, tetapi tidak sesadis pada film-film horor yang mempunyai rating usia penonton 17+.
Kisah Nicholas Adams penulis novel “horrorscope” ini menceritakan tentang seorang pembunuh berantai yang memilih korbannya berdasarkan tanda-tanda zodiak.
Sedangkan Cohen dan Albert beralih ke cerita yang lebih mirip dengan “Final Destination” dan “Ten Little Indians”.
Hal ini terlihat dari cara kematian para korban yang sangat identik dengan kecelakaan tetapi memiliki unsur horor dengan hadirnya sosok makhluk yang amat menyeramkan.
Secara umum film Tarot mampu memberikan pengalaman horor yang intens dan cukup menegangkan bagi para penonton.
Dari sisi akting, sinematografi dan scoring cukup mampu memberikan pengalaman yang menegangkan.
Pada bagian akhir film, Cohen dan Halberg memberikan kejutan dengan menampilkan salah satu korban yang selamat dari kutukannya, tetapi hanya diberikan alasan sederhana kenapa bisa selamat.
Bagi penyuka film horor yang menegangkan, Tarot mungkin dapat menjadi pilihan tontonan, meski pada akhirnya tidak memberikan ketegangan dan ketakutan yang maksimal.(Yeni Trihapsari)
Editor : Imron Arlado