JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Semakin berkembangnya teknologi dan jaringan media sosial, terdapat banyak sekali tren yang populer dan viral di Masyarakat.
Beberapa yang dapat menjadi sebuah konten atau video media sosial yang viral adalah tren fashion meliputi baju, celana, dan aksesoris.
Selain itu kuliner juga dapat menjadi viral apabila memiliki nilai legendaris atau unik.
Salah satunya bakmi yang berada di Jalan Brawijaya, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, di depan Masjid Al Hidayah.
Umumnya bakmi ini sama dengan bakmi lainnya. Yaitu sebuah olahan berbahan tepung yang panjang atau dikenal dengan mie serta menggunakan daging ayam atau sapi.
Adit Beo, 25, pemilik warung bakmi menjelaskan alasan bakminya berbeda dengan bakmi pada umumnya adalah dari alat masaknya, berbeda dengan tempat lain yang menggunakan kompor untuk memasak.
Ia lebih suka memakai anglo atau tungku yang terbuat dari tanah liat dan diberi arang untuk menghasilkan api.
”Memiliki suhu yang lebih panas dari kompor, anglo ini dapat membuat masakan matang lebih cepat, mengingat pengunjung yang datang sangatlah ramai, sedangkan tempat masak pun terbatas,” paparnya (14/05).
Ia mengatakan, menu yang ada tidak hanya bakmi saja, terdapat nasi goreng, hingga krengsengan ayam yang dibutuhkan tenaga ekstra mengingat pengunjung banyak yang berdatangan.
Itulah alasan mengapa Pria 25 tahun itu lebih memilih menggunakan anglo dibanding kompor.
Pria itu mengungkapkan, hanya dengan sebulan saja, ia sudah dapat meraup omzet sekitar Rp 30 juta.
Semula, ia hanya bermodal awal saat memulai usaha Rp 15 Juta.
Dengan cita rasa yang enak dan gurih di lidah, serta memiliki harga yang murah, yakni Rp 14 ribu saja, pelanggan sudah dapat menikmati gurih dan sedapnya cita rasa dari bakmi ini.
Warung ini buka sejak pukul 16.00 WIB hingga habis sekitar pukul 22.00 WIB.
’’Perharinya dapat menghabiskan 100 porsi lebih, maka tidak heran jika sebulan bisa mencapai 30 juta atau bahkan lebih,” pungkasnya (Satria Putra)
Editor : Imron Arlado