Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pesan Moral Inilah yang Tersirat di Balik Film Possession: Kerasukan

Imron Arlado • Selasa, 14 Mei 2024 | 00:41 WIB
Photo
Photo

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Film horor Indonesia terbaru, "Possession: Kerasukan", telah menghantui penonton di bioskop mulai 8 Mei lalu.

Film ini merupakan adaptasi dari film Prancis berjudul "Possession" dan disutradarai oleh Razka Robby Ertanto.

MISTERI: Poster film Possession: Kerasukan yang telah tayang pada 8 Mei 2024. (foto. dok: Instagram CGV Indonesia)
MISTERI: Poster film Possession: Kerasukan yang telah tayang pada 8 Mei 2024. (foto. dok: Instagram CGV Indonesia)

Possession: Kerasukan menghadirkan kisah mencekam tentang pasangan suami istri yang dihadapkan pada situasi mengerikan di balik permintaan cerai sang istri.

Dibintangi Darius Sinathrya dan Carissa Perusset, film ini menjanjikan perpaduan horor klenik, drama keluarga, dan kritik sosial yang tajam.

Faris (Darius Sinathrya), seorang tentara, baru saja kembali dari tugasnya setelah berbulan-bulan. Namun, alih-alih sambutan hangat, dia justru dihadapkan pada kenyataan pahit: sang istri, Ratna (Carissa Perusset), ingin bercerai.

Kecurigaan Faris pun muncul, menduga adanya perselingkuhan di balik perubahan sikap Ratna yang drastis.

Seiring pencarian kebenaran, Faris menemukan fakta-fakta mengejutkan tentang perubahan perilaku Ratna yang tak terduga. Kehidupan rumah tangga mereka yang semula harmonis, perlahan berubah menjadi mencekam dan penuh misteri.

Faris dihantui rasa takut dan kebingungan saat menyaksikan tingkah laku Ratna yang semakin aneh dan di luar nalar.

"Possession: Kerasukan" tidak hanya menawarkan horor klenik, tetapi juga mengangkat isu patriarki atau sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama.

Ratna tidak terima saat dirinya hanya dijadikan sebagai pelampias nafsu suaminya.

Ratna berpendirian perempuan boleh tidak menerima ajakan berhubungan intim dengan suaminya atas dasar tidak ingin.

Film ini diharapkan dapat memberikan pesan penting tentang kesetaraan gender dan hak-hak perempuan dalam sebuah pernikahan. (Yeni Trihapsari)

 

 

Editor : Imron Arlado
#bioskop hari ini #Sinopsis Film #Possession Kerasukan #Badarawuhi di Desa Penari #Knock Knock