JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Setiap orang tua menginginkan anaknya terlahir dalam kondisi yang sehat dengan tubuh bugar dan fisik sempurna.
Namun terdapat banyak faktor tidak terduga yang dapat menyebabkan bayi terlahir dalam kondisi cacat.
Cacat pada bayi mungkin dapat disebabkan oleh faktor genetik yang tidak dapat dihindari.
Namun ada beberapa jenis cacat lahir yang dapat dicegah.
Maka dari itu, sudah sepatutnya bagi calon ibu untuk menjaga tubuh serta menjamin kesehatan si bayi di dalam kandungan.
Berikut 5 cara yang dapat dilakukan Ibu hamil untuk dapat mencegah bayi yang terlahir cacat, disunting dari berbagai sumber.
- Cukupi Nutrisi Seimbang dengan Suplemen Asam Folat
Pada masa-masa kehamilan, seorang calon ibu penting untuk mengonsumsi nutrisi seimbang.
Pentingnya nutrisi sangat dibutuhkan oleh janin agar tumbuh dan berkembang.
Apabila nutrisi tidak dapat tercukupi dengan baik maka perkembangan janin dapat terhambat dan berisiko terlahir cacat.
Perlu diketahui, selain nutrisi, asam folat juga sangat wajib dan sangat dibutuhkan oleh janin dalam membantu pembentukan saraf.
Kebutuhan asam folat yang dibutuhkan oleh ibu hamil sekitar 600 hingga 800 mikrogram setiap hari.
- Hindari Alkohol dan Merokok
Alkohol dapat masuk kedalam peredaran darah sertab tali plasenta, sehingga hal ini tentunya dapat mempengaruhi perkembangan janin dan dapat meningkatkan risiko terlahir cacat yang dinamakan sebagai fetal alkohol sindrome.
Tidak hanya itu kebiasan merokok dapat berdampak dengan peningkatan resiko kelahiran bayi cacat yang ditandai dengan bibir sumbing serta penyakit jantung bawaan hingga dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan.
- Hindari Minum Obat Sembarangan Tanpa Anjuran Dokter
Terdapat beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan janin mengalami cacat bawaan.
Maka dari itu cara untuk mencegah bayi terlahir.
Cacat adalah dengan memperhatikan obat yang dikonsumsi ibu hamil.
Apabila diambil contoh obat nyeri seperti aspirin dosis tinggi yang dikonsumsi selama trimester ketiga kehamilan, hal ini dapat berisiko mengakibatkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah di jantung janin sehingga menimbulkan cacat jantung.
- Hamil di Usia Tepat
Kondisi kelainan genetik seperti sindrom down dan beberapa sindrom lainnya dapat meningkat pada kehamilan di usia 35 tahun ke atas.
Selain itu hamil terlalu muda pun dapat meningkatkan resiko bayi terlahir cacat bawaan.
Maka dari itu perencanaan kehamilan pada usia optimal yaitu pada usia 20 hingga 35 tahun, selain itu apabila persiapan kehamilan yang dilakukan berjalan lebih baik maka dapat membantu menjaga kondisi fisik dan mental ibu.
- Lakukan Vaksinasi
Selama masa kehamilan perlu untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin serta perlu melakukan vaksinasi sesuai yang disarankan oleh dokter.
Terpadat contoh pada vaksin rubella yang berguna agar mencegah bayi mengalami kelainan pada mata, telinga, hingga jantung.
Mengimbangi vaksinasi dengan mengonsumsi makanan sehat agar bayi lahir sempurna sesuai dengan saran dokter. (Satria Putra)
Editor : Imron Arlado