JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Ular sanca kembang atau python reticulatus ditemukan Warga Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Ular ini merupakan salah satu jenis ular terpanjang di dunia. Berikut beberapa bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh ular ini:
Ukuran dan Kekuatan
Ular ini memiliki ukuran yang sangat besar, dengan panjang yang bisa mencapai lebih dari 7 meter. Kekuatan lilitan mereka sangat kuat, yang digunakan untuk melilit mangsa hingga mati.
Gigi Tajam
Ular sanca kembang memiliki gigi tajam yang melengkung ke belakang, yang digunakan untuk menangkap mangsa.
Potensi Memangsa Manusia
Meskipun manusia bukan mangsa alamiahnya, ada kemungkinan manusia menjadi mangsa sanca kembang. Hal ini disebabkan oleh ukuran mulut dan perut ular ini yang cukup besar untuk menelan tubuh manusia dewasa.
Ada beberapa kasus sanca kembang telah menewaskan manusia. Misalnya, seorang petani di Sulawesi Barat ditemukan tewas karena ditelan oleh ular sanca kembang pada 2017.
Sementara itu, untuk merawat ular sanca kembang atau piton reticulatus juga tak begitu sulit. Berikut tipsnya:
- Habitat
Ular ini sering dijumpai masuk ke dalam rumah atau pekarangan warga.
Habitat ular ini termasuk sangat fleksibel. Dia bisa hidup di dalam hutan hujan yang rimbun, semak belukar, padang rumput, dan bahkan gorong-gorong saluran air dekat pemukiman manusia.
- Karakter
Ular ini sangat tidak dianjurkan untuk mereka yang baru memulai memelihara reptil.
Ular ini termasuk tipe ular besar. Selain itu tingkat agresifitas dan nafsu makannya cukup tinggi.
- Kandang
Retic termasuk ular yang hidup di atas permukaan tanah (terrestrial). Kandang yang pas adalah berbentuk meluas dan melebar, bukan meninggi. Kandang yang baik adalah si ular dapat merentangkan tubuhnya minimal 2/3 tubuhnya.
Editor : Imron Arlado