Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

KH Hasyim Asy'ari, Ulama dan Perannya di Sektor Pendidikan. Ini Riwayat Singkatnya

Imron Arlado • Kamis, 2 Mei 2024 | 02:06 WIB
KH Hasyim Asy
KH Hasyim Asy

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan visi masyarakat. Salah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap pemikiran pendidikan di Indonesia adalah KH Hasyim Asy'ari.

Kiai Hasyim merupakan seorang ulama dan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) di awal berdiri. Pemikirannya yang mendalam dan visionernya telah memberikan sumbangan yang sangat signifikan dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam di Indonesia.

Dalam kiprahnya tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai pemikir yang kritis terhadap peran pendidikan dalam pembentukan karakter umat Islam.

Pemikirannya terkait pendidikan mencerminkan upaya untuk menyelaraskan ajaran Islam dengan perkembangan zaman, sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman yang murni. Dalam bidang pendidikan, perjuangannya diawali ketika ia mendirikan pesantren di daerah Tebuireng.

KH Hasyim Asy’ari memiliki nama lengkap Mohammad Hasyim, Muhammad Hasyim adalah nama kecil pemberian orang tuanya.

Kiai Hasyim lahir di Jombang pada 24 Dzulqa’dah 1287 H atau bertepatan dengan 14 Februari 187. M Asy’ari merupakan nama ayahnya yang berasal dari Demak dan juga pendiri pesantren di daerah Jombang.

Pendidikan pesantren dimulai pada umur 15 tahun dengan berkelana mencari pengetahuan agama Islam ke beberapa pesantren. Di antaranya Pesantren Wonokoyo Probolinggo, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Trenggilis Semarang, Pesantren Kademangan Bangkalan Madura, dan Pesantren Siwalan-Surabaya. Di Bangkalan ia  belajar tata bahasa, sastra Arab, fiqh dan sufisme dari Kiai Kholil selama 3 bulan. Kemudian KH Hasyim Asy’ari pergi ke Hijaz guna melanjutkan belajar.

KH Hasyim Asy’ari wafat pada tanggal 7 Ramadhan 1366/25 Juli 1947 karena terkena tekanan darah tinggi. Kiai Hasyim wafat setelah mendapatkan kabar bahwa Singosari telah direbut yang menyebabkan beliau terkejut hingga jatuh pingsan. Meskipun dokter datang, nyawanya tidak dapat diselamatkan, dan dimakamkan di kompleks Pesantren Tebuireng, Diwek, Jombang.

 

Konsep Pendidikan Islam KH Hasyim Asy’ari

Pemikiran pendidikan Islam menurut KH Hasyim Asy'ari mencakup konsep-konsep teologis, metode pengajaran, dan tujuan akhir pendidikan.

Kiai Hasyim menekankan pentingnya Al-Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Selain itu, KH Hasyim Asy'ari juga menekankan pentingnya pendidikan karakter, moral, dan etika, serta pengembangan potensi siswa secara holistik.

Tujuan akhir pendidikan Islam menurutnya adalah terbentuknya kepribadian muslim yang baik. Pemikiran ini telah menjadi landasan dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Menurut KH Hasyim Asy'ari, hubungan antara pendidikan dengan Islam itu sebenarnya  dilihat dari signifikansi pendidikan dalam upaya memanusiakan manusia seutuhnya, yakni menjadi makhluk yang takut atau bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya menjalankan segala perintah-Nya, siap menegakkan keadilan di muka bumi, dan beramal saleh. Oleh karena itu, Kiai Hasyim berpikir bahwa dakwah harus menyentuh masyarakat yang masih jauh dari pesan Islam.

Selain itu, KH Hasyim Asy'ari juga memiliki konsep pendidikan Islam yang menekankan pada kelebihan ilmu dan ilmuwan, tanggung jawab dan tugas peserta didik, serta tanggung jawab dan tugas pendidik untuk memanusiakan manusia, karena sebagai wahana dalam memerdekakan dan pembebasan manusia.

Pemikiran KH Hasyim Asy'ari ini memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Kontribusinya meliputi berbagai aspek, seperti signifikansi pendidikan, tujuan pendidikan, karakter guru, tugas dan tanggung jawab guru, serta metode pembelajaran.

Sehingga pendidikan Islam menurut dia adalah pendidikan manusia yang akan sadar dengan sendirinya serta mengetahui hakikat manusia diciptakan oleh Tuhan. Dan tujuan diberikannya sebuah pendidikan Islam pada setiap manusia adalah menjadi insan sempurna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pendidikan Islam yang dianutnya diarahkan untuk mempersiapkan generasi yang mampu berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan nasional yang menjadi landasan filosofis dan pedagogis bagi sistem pendidikan Islam di Indonesia. (Mia Chalimatus Syaidah)

 

Editor : Imron Arlado
#tokoh nasional #Sejarah Pendidikan #Hardiknas 2024 #KH Hasyim Asyari pendiri NU