JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pada 1 Mei, selalu menjadi momen para pekerja menyuarakan aspirasinya. Mereka menggelar aksi untuk menyampaikan tuntutan. Dibalik gerakan tersebut, ada tokoh yang menjadi penggerak kaum buruh.
Tokoh-tokoh tersebut berperan penting dalam gerakan buruh. Sehingga namanya masih terkenang abadi. Tidak hanya di Indonesia, tokoh buruh juga banyak yang berperan di luar negeri. Mereka kompak melakukan aksi bersama para pejuang hak buruh lainnya.
Berikut 6 tokoh pejuang hak-hak buruh di Indonesia dan di Internasional.
- Marsinah
Nama Marsinah dikenal karena aksinya yang memperjuangkan hak kaum buruh terhadap penindasan. Lahir di Nganjuk pada 10 April 1969, Marsinah sudah terbiasa bekerja keras.
Hal itu membuatnya tekun bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS), yaitu pabrik pembuatan jam di Porong, Sidoarjo.
Semasa hidup, ia kerap menyuarakan hak kaum buruh. Dengan turun ke jalan, Marsinah mengajak para buruh untuk menuntut hak yang belum juga terpenuhi. Perjuangan Marsinah dengan membela hak-hak tersebut terhenti karena dia diculik dan dibunuh pada 8 Mei 1993. Jenazah marsinah baru ditemukan sehari setelah kematiannya dengan kondisi yang mengenaskan.
- Widji Thukul
Widji Thukul menjadi ikon para pejuang buruh di Indonesia. Ia lahir pada 26 Agustus 1963 di Surakarta, Jawa Tengah. Widji Thukul sebenarnya bukan buruh, tetapi dia aktif memperjuangkan hak buruh pada masa Orde Baru.
Selama memperjuangan hak tersebut, dia kerap berpindah daerah untuk bersembunyi dari kejaran aparat. Berpindahnya Widji Thukul tersebut mulai dari peristiwa 27 Juli 1996 hingga kerusuhan 1998. Widji Tukul pandai di dunia seni dan sastra, sehingga pandai membangkitkan semangat untuk memperjuangkan hak buruh dengan kata-kata.
Pada 27 Juli 1998, Widji diculik saat berusia 34 tahun. Hingga saat ini, keberadaannya tidak diketahui. Apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.
- Mukhtar Pakpahan
Mukhtar Pakpahan lahir di Bah Jambi II, Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara pada 21 Desember 1953. Dia merupakan aktivis yang kerap kali mengkritik rezim Orde Baru.
Pada 1994, Mukhtar pernah ditahan dan dipenjara karena membuat disertasi yang dianggap membahayakan keselamatan negara. Mukhtar kembali mendekam di penjara pada 1996 akibat rangkaian disertasi yang dianggap melakukan subversi terhadap Presiden Soeharto.
Pada 2003, Mukhtar mendirikan Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) dan menjadi ketua. Perjuangannya berhenti setelah dia meninggal karena menderita kanker. Nama Mukhtar terus dikenal sebagai sosok penggerak hak buruk di Indonesia.
- Clara Zetkin
Clara Zetkin lahir di Jerman pada 1857. Sejak kecil, Clara terbiasa menyaksikan buruh pabrik dengan latar belakang miskin di sekitar rumahnya.
Clara menjadi aktivis perjuangan hak buruh perempuan karena didorong ibunya, yaitu sosok aktivis feminis.
Dia juga memperjuangkan pembebasan perempuan dan juga sosialisme perjuangan pekerja. Clara kerap kali membuat slogan perjuangan, salah satunya yaitu "Proletarier aller Lander, vereinigt euch".
Slogan ini juga menjadi seruan bagi pekerja dari seluruh dunia agar tetap semangat bersatu. Perjuangan Clara pun berhenti ketika dia meninggal saat usia 76 tahun pada 20 Juni 1933. Dia menjadi aktivis gerakan buruh internasional karena sangat berpengaruh terhadap hak-hak perempuan.
- Sharran Burrow
Sharran Burrow lahir pada 12 Desember 1954 di New South Warren, Australia. Sharran adalah seorang sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Internasional (International Trade Union Confederation).
Dengan kepandaian dan ketegasan yang dimiliki Sharran, membawanya untuk menjadi aktivis penggerak hak para buruh. Selain itu, Sharran juga berasal dari keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam keterlibatannya di serikat pekerja.
Keluarganya juga menjadi pejuang untuk meningkatkan kehidupan para pekerja. Sharran dikenal karena pekerjaannya yang keras dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk upah yang adil, layak, dan keadilan bagi pekerja seluruh dunia.
- Mother Jones
Mother Jones alias Marry Haris Jones ini lahir di Cork, Irlandia pada 1837. Mother Jones pindah ke Amerika Serikat dan menjadi aktivis sosial. Selain itu, dia juga menjadi pekerja buruh yang berjuang untuk hak-hak pekerja di negara tersebut.
Dia memimpin perjuangan untuk hak-hak buruh, terutama di sektor pertambangan dan tekstil. Dia juga terlibat dalam beberapa aksi protes dan mogok kerja. Selain itu, Mother Jones juga mendirikan serikat buruh yang ditujukan untuk perempuan dan anak-anak buruh. Dia meninggal pada 30 November 1937 di Amerika Serikat. (Nailul Mufarichah)
Editor : Imron Arlado