Tak terkecuali di Mojokerto. Mereka kebanjiran order dari suporter hingga pejabat yang antusias mengikuti nonton bareng pertandingan timnas.
Hal itu seperti yang terpantau di toko korstum olahraga Vandist Sport, Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, Senin (29/4). Kurang dari setengah jam, puluhan pembeli hilir mudik mencari jersey timnas.
Sebagian besar pulang harus dengan tangan kosong karena baju yang diinginkan tidak ada. Sejak siang itu, toko milik Wasis Suharyo, 42, tersebut sudah kehabisan barang.
”Sebelum buka jam 1 siang tadi sudah banyak orang menunggu di depan toko saya, langsung ludes semua,” Wasis memberi kesaksian.
Menurutnya, permintaan kostum tanding timnas Indonesia melonjak sejak Garuda Muda menang dramatis dari Korea Selatan di babak perempat final, Jumat (26/4) subuh.
Hasil itu memastikan tim arahan Shin Tae-yong itu melaju ke babak semifinal Piala Asia U-23 Qatar.
Pertandingan yang sekaligus memperebutkan tiket otomatis ke Olimpiade Paris 2024 itu bakal digelar Senin (29/4) malam.
Acara nobar pun bertebaran. Salah satunya yang digelar Pemkot Mojokerto di parkiran GOR Seni Mojopahit.
Karena itu, permintaan jersey timnas tak hanya datang dari suporter, melainkan para pejabat.
Wasis mengatakan, selama dua hari terakhir, dirinya mendapat pesanan dari asisten Pj Wali Kota Mojokerto, Kapolres Mojokerto Kota, dan jajaran forkopimda hingga kepala dinas. Tapi, tak semua dari mereka bisa dapat jersey.
”Barangnya terbatas, sehari kita hanya dapat kiriman dari Bekasi maksimal 3 lusin, itu pun langsung habis,” ucap Wasis.
Karena itu, menurutnya, lebih banyak pembeli yang balik kanan daripada dapat jersey.
Demikian pula yang terlihat ketika dua pegawai Diskopukmperindag Kota Mojokerto harus kecele karena kehabisan barang.
Keduanya pun sempat memilah-milah jersey berwarna merah entah klub apa yang tersedia di toko.
”Pembelinya datang dari banyak daerah, ada yang dari Ngawi juga,” tutur Wasis.
Pembeli luar daerah itu mengaku kebingungan jersey timnas sudah habis dibanyak kota.
Demam Piala Asia U-23 memang tengah menjangkiti penggemar sepak bola di Tanah Air.
Eskalasinya muncul semenjak skuad Rizky Ridho berkiprah di ajang kelompok umur di bawah usia 23 tahun tersebut.
Kemenangan 1-0 atas Australia yang disambung 4-1 dari Yordania membangkitkan euforia yang luar biasa.
”Tapi pasokan jersey kita terbatas sehingga banyak yang tidak dapat pas antusiasme sedang tinggi,” keluhnya.
Pasokan jersey timnas kualitas premium asal Bekasi yang ia banderol dengan harga Rp 200 ribu per stel tak mampu menemuhi kebutuhan pembeli.
Dengan stok hanya 36 biji sehari, jumlah tersebut tak sebanding dengan permintaan yang mencapai ratusan.
”Kalau saya stok 500 baju katakan, pasti habis,” tandas Wasis. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah