Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jadi Stok, Bulog Genjot Serap Gabah Petani

Ahmad Khudori • Sabtu, 20 April 2024 | 14:00 WIB
Barang kebutuhan pokok seperti beras, gandum, jagung, kedelai, garam, daging, telur, susu, dan buah-buahan.
Barang kebutuhan pokok seperti beras, gandum, jagung, kedelai, garam, daging, telur, susu, dan buah-buahan.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bulog Surabaya Selatan mulai genjot penyerapan gabah dari petani. Dengan harga Rp 6.000 per kilogram untuk gabah kering panen, pemerintah bakal genjot peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP).

Kepala Pimpinan Cabang Bulog Surabaya Selatan Rusli mengatakan, pasca Lebaran ini pihaknya mulai melakukan penyerapan gabah seiring panen raya. Selain menjaga harga gabah hasil panen dalam negeri, penyerapan sekaligus peningkatan stok cadangan beras pemerintah di gudang. ’’Sesuai instruksi pimpinan pusat, kita diminta secara optimal melakukan penyerapan gabah hasil panen petani untuk peningkatan stok cadangan beras pemerintah,’’ ungkapnya.

PANEN: Petani di Desa Singowongi, Kecamatan Kutorejo memanen padi pada akhir Maret lalu.
PANEN: Petani di Desa Singowongi, Kecamatan Kutorejo memanen padi pada akhir Maret lalu.

Penyerapan secara nasional ini disesuaikan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang teranyar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI nomor 167/2024, HPP sebesar Rp 6 ribu per kilogram (kg) untuk gabah kering panen (GKP) dari sebelumnya Rp 5 ribu. Sedangkan, untuk HPP gabah kering giling (GKG) sebesar Rp 7.400 per kg dari sebelumnya Rp 6.300 per kg.

Hanya saja, lanjut Rusli, karena keterbatasan sarpras, pihaknya fokus melakukan penyerapan untuk kategori GKG. ’’Makanya, sebagai tindak lanjut, kita sudah kumpulkan mitra kita di penggilingan untuk genjot penyerapan ke petani. Target kita pokoknya sebanyak-banyaknya. Seberapapun banyak, asalkan ada, kita serap,’’ tegasnya.

Menurutnya, penyerapan gabah milik petani ini tak lain untuk menjaga stabilisasi harga di pasaran. Kenaikan HPP yang ditetapkan sebelumnya juga berlaku sampai 30 Juni 2024. Hemat Rusli, pemerintah tidak mau, di tengah panen raya ini, petani malah menjerit akibat merugi dengan harga gabah yang terbiasa anjlok lantaran stok yang melimpah. ’’Dengan catatan kadar airnya yang masuk ke kita itu 14 persen, karena kalau lebih dari itu beras bisa menguning saat disimpan dalam waktu lama,’’ tuturnya.

Meski sebelumnya sempat keluar ribuan ton untuk penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) yang menyasar 97.191 keluarga penerima manfaat (KPM) di kabupaten, Rusli memastikan, hingga kini stok beras di gudang Bulog masih melimpah. Di tengah genjot penyerapan gabah produksi dalam negeri, ribuan ton beras impor juga masuk ke gudang Bulog. ’’Sampai saat ini stok masih aman, masih ada sekitar 4.000 ton lebih di gudang. Ini untuk ketersediaan bantuan pangan jatah berikutnya dan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang kita pasok ke mitra-mitra kita, seperti RPK dan TPK untuk pengendalian inflasi,’’ jelasnya.

Editor : Imron Arlado
#harga gabah #bulog surabaya #Beras Cadangan #beras murah