RADARMOJOKERTO – Fenomena penjual es tebu cantik di sepanjang Jalan Raya Bypass Mojokerto, tepatnya di area perbatasan Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini sudah tidak asing lagi bagi pengguna jalan yang melintas di jalur Surabaya – Mojokerto.
Namun selama Ramadan 2024 ini, lapak penjual es tebu ini tampak sepi.
Tidak seperti bulan-bulan biasanya yang ramai pembeli.
Hal tersebut karena banyak lapak yang sudah mulai tutup bahkan ambruk.
Sehingga jumlah penjual es tebu di Jalan Bypass Mojokerto tidak sebanyak dahulu.
Risa, 18, salah satu penjual es tebu mengaku jika selama Ramadan ini pada pukul 15.00 WIB dagangannya memang sepi pembeli.
”Pembeli ramai berdatangan biasanya pada jam istirahat kerja, yakni pukul 12.00 hingga 13.00,” ungkapnya, Rabu (3/4).
Risa menambahkan, selama ini omzet yang didapat tidak menentu, tergantung kondisi cuaca dan pembeli.
Namun, saat lapaknya ramai pembeli omzet yang didapat mencapai Rp 400 ribu per hari. Sedangkan saat sepi pembeli ia hanya mendapat Rp 200 ribu hingga Rp 100 ribu per hari.
”Biasanya saya buka lapak antara pukul 11.00 hingga 16.30, setelah saya pulang sekolah,” tutur gadis 18 tahun.
Keunikan dari es tebu di Jalan Bypass Mojokerto ini terkenal penjualnya selalu berpenampilan cantik untuk menarik minat pembeli.
Tidak hanya Risa, namun semua penjual es tebu yang berada di deratan tersebut juga terbiasa berpenampilan paras cantik.
Dengan penampilan penjual es tebu yang menarik, banyak pembeli pria yang datang untuk sekadar mampir membeli es tebu seharga Rp 5 ribu per gelas tersebut.
”Tidak jarang pembeli yang mengajak saya ngobrol,” pungkasnya. (zukria amelia)
Editor : Moch. Chariris