Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Siapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas, Dishub Kota Mojokerto Antisipasi Macet di Jembatan Gajah Mada saat Lebaran

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 2 April 2024 | 15:40 WIB

RAWAN MACET: Kendaraan melintas di Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, kemarin. Menjelang Lebaran, Forum Lalu Lintas menyiapkan skema penanganan macet di titik tersebut.
RAWAN MACET: Kendaraan melintas di Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, kemarin. Menjelang Lebaran, Forum Lalu Lintas menyiapkan skema penanganan macet di titik tersebut.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemacetan di Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, rawan macet pada momen Lebaran.

Sejumlah upaya antisipasi pun disiapkan untuk menghindari penumpukan arus kendaraan.

Salah satunya dengan memodifikasi lampu lalu lintas hanya berwarna kuning di simpang Gajah Mada-Pemuda. 

Langkah ini akan dilakukan mengingat Jembatan Gajah Mada mengalami macet parah saat Idulfitri tahun lalu.

Antrean kendaraan mengular dari arah utara yang hendak masuk ke Kota Mojokerto maupun sebaliknya.

Puncak kemacetan di jalur tengah kota itu terjadi pada H+1 Lebaran.

Di antara penyebabnya yakni melonjaknya mobilitas warga yang tengah mudik lokal dan melaksanakan tradisi unjung-unjung alias silaturahmi ke sanak saudara. 

Guna meminimalisir kondisi serupa di momen Lebaran tahun ini, Forum Lalu Lintas menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Satu yang pasti yakni dishub melalui sistem ATCS akan memodifikasi lampu lalu lintas di simpang empat Jalan Gajah Mada-Jalan Pemuda.

’’Kalau terjadi kemacetan akan kami buat flash lampunya sehingga hanya berfungsi kedip-kedip kuning,’’ ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Mojokerto Imam Syafi’i, kemarin. 

Rekayasa lalu lintas ini dapat mengurai penumpukan kendaraan baik dari arah jembatan maupun sebaliknya. Tanpa menunggu lampu merah, laju kendaraan praktis lebih lancar.

Di samping mengandalkan pengendalian melalui sistem otomatis tersebut, petugas dishub dan polisi nantinya juga akan diturunkan untuk mengatur lalu lintas secara manual.

’’Skema ini kami siapkan apabila pengaturan melalui ATCS di kantor dishub tidak mumpuni,’’ bebernya. 

Imam menyebut, sebagai titik pemberhentian paling dekat dari jembatan, simpang Gajah Mada-Pemuda kerap menjadi simpul kemacetan saat volume kendaraan meningkat.

Pasalnya, tak jauh dari sana juga terdapat simpang empat Jalan Gajah Mada-Jalan Empunala yang merupakan titik temu sejumlah arus utara kendaraan. 

Persiapan mengantisipasi kemacetan sekitar Lebaran dilakukan Dishub Kota Mojokerto jauh hari dengan menambah kamera pematau di puluhan persimpangan jalan.

Melalui kamera tersebut, dishub dapat memodifikasi durasi lampu lalu lintas sesuai dengan kondisi kepadatan jalan. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#dishub kota #mojokerto #rekayasa lalu lintas #antisipasi macet