Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tujuh Amalan Utama Rasulullah SAW saat Merayakan Hari Raya Idul Fitri

Moch. Chariris • Selasa, 2 April 2024 | 06:22 WIB
TAKBIR: Umat Islam takbir keliling dengan membawa obor guna memeriahkan malam menuju hari kemenangan. (foto: dok. Internet)
TAKBIR: Umat Islam takbir keliling dengan membawa obor guna memeriahkan malam menuju hari kemenangan. (foto: dok. Internet)

RADARMOJOKERTO – Hari Raya Idul Fitri merupakan momen di mana seluruh umat Islam menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita.

Agama Islam juga mengajarkan beberapa hal untuk mengisi momen Lebaran. Tidak hanya dengan kegembiraan, tetapi juga dengan bernilai ibadah di dalamnya.

Perayaan Hari Raya Idul Fitri pertama kali oleh Rasulullah SAW bersama umat Islam pada tahun kedua Hijriyah atau 624 Masehi, usai Perang Badar.

Disebutkan dari beberapa riwayat, ada tujuh amalan utama Rasulullah SAW saat Hari Raya Idul Fitri yang dilansir Kementerian Agama Republik Indonesia.

1. Perbanyak Membaca Takbir

TAKBIR: Umat Islam takbir keliling dengan membawa obor guna memeriahkan malam menuju hari kemenangan. (foto: dok. Internet)
TAKBIR: Umat Islam takbir keliling dengan membawa obor guna memeriahkan malam menuju hari kemenangan. (foto: dok. Internet)

Rasulullah SAW diriwayatkan mengumandangkan takbir pada saat malam terakhir Ramadan hingga pagi hari atau 1 Syawal.

Sunah takbir Idul Fitri dimulai saat tenggelamnya matahari pada malam 1 Syawal hingga takbiratulihram Salat Id.

Takbir Hari Raya Idul Fitri dapat dikumandangkan di mana saja. Seperti di rumah, masjid, jalan, pasar ataupun tempat lainnya.

Beberapa pendapat menyatakan habisnya waktu saat masuk Salat Id dianjurkan ketika matahari naik kira-kira satu tombak, baik imam sudah melakukan takbiratulihram atau tidak.

2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik

BAJU BARU: Seorang ayah memberikan baju baru kepada putranya agar dapat dikenakan saat hari Raya Idul Fitri. (foto: dok. Internet)
BAJU BARU: Seorang ayah memberikan baju baru kepada putranya agar dapat dikenakan saat hari Raya Idul Fitri. (foto: dok. Internet)

Hari Raya Idul Fitri merupakan waktu untuk berhias sekaligus berpenampilan sebaik mungkin untuk menunjukkan kebahagiaan di hari yang penuh berkah itu.

Berhias diri bisa dilakukan dimulai dari memotong kuku, membersihkan badan, menggunakan pakaian sekaligus wewangian yang terbaik.

Tradisi membeli baju baru saat Idul Fitri memiliki arti dasar yang kuat dalam teks agama Islam.

Seperti dapat menebarkan syiar kebahagiaan di saat hari kemenangan tiba.

3. Makan sebelum Salat Id

MENGONSUMSI: Dianjurkan memakan hidangan yang nikmat dan sehat seperti buah kurma ketika hendak berangkat menunaikan Salat Id. (foto: dok. Internet)
MENGONSUMSI: Dianjurkan memakan hidangan yang nikmat dan sehat seperti buah kurma ketika hendak berangkat menunaikan Salat Id. (foto: dok. Internet)

Sebelum melaksanakan salat Idul Fitri, Rasulullah SAW mengonsumsi kurma dengan jumlah yang ganjil. Seperti tiga, lima atau tujuh.

Salah satu hari seperti Hari raya Idul Fitri sangat diharamkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Di dalam kitab-kitab fikih menyatakan, bahwa berniat tidak melaksanakan puasa pada saat Hari Raya Idul Fitri pahalanya seperti orang yang sedang berpuasa di hari yang tidak dilarang.

4. Salat Idul Fitri

SALAT ID: Seluruh umat Islam melaksanakan Salat Id berjamaah saat Hari Raya Idul Fitri. (foto: dok. Jawa Pos)
SALAT ID: Seluruh umat Islam melaksanakan Salat Id berjamaah saat Hari Raya Idul Fitri. (foto: dok. Jawa Pos)

Rasulullah SAW melaksanakan Salat Idul Fitri bersama keluarga dan para sahabat lelaki maupun perempuan.

Yang dilakukan Rasulullah SAW ketika berangkat dan pulang menuju tempat salat Id memilih jalan yang berbeda dari tempat dilangsungkannya Salat Idul Fitri.

Rasulullah SAW mengakhiri Salat Idul Fitri pada saat matahari setinggi tombak atau sekitar dua meter.

Yang berarti dimaksudkan agar umat Islam untuk menunaikan zakat fitrah.

5. Mendatangi Tempat Ramai

HARI KEMENANGAN: Hari Raya Idul Fitri momen berkumpul dan besilaturahmi dengan keluarga. (foto: dok. Internet)
HARI KEMENANGAN: Hari Raya Idul Fitri momen berkumpul dan besilaturahmi dengan keluarga. (foto: dok. Internet)

Untuk memeriahkan dan menikmati Hari Raya Idul Fitri salah satunya dengan mendatangi keramaian sekaligus untuk bergembira bersama umat Islam yang lain.

Seperti kisah Rasulullah SAW saat Hari Raya Idul Fitri tiba.

Rasulullah menemani istrinya Aisyah untuk mendatangi sebuah pertunjukan atraksi tombak dan tameng.

Saking senang dan semangatnya Aisyah sampai memunculkan kepalanya di atas bahu Rasulullah SAW hingga ia selesai menyaksikan pertunjukan tersebut.

6. Mengunjungi Rumah Kerabat maupun Sahabat

BERKUNJUNG: Bersilaturahmi ke rumah sahabat maupun kerabat sudah menjadi suatu tradisi. (foto. dok: Internet)
BERKUNJUNG: Bersilaturahmi ke rumah sahabat maupun kerabat sudah menjadi suatu tradisi. (foto. dok: Internet)

Tradisi silaturahmi dan saling mengunjungi para sahabat sekaligus kerabat saat hari Raya Idul Fitri ternyata sudah ada dan dilakukan di zaman Rasulullah SAW.

Ketika Idul Fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabat.

Sebaliknya para sahabatnya juga mengunjungi kediaman Rasulullah.

Pada kesempatan tersebut Rasulullah bersama sahabatnya mendoakan kebaikan untuk satu sama lain.

Oleh sebab itu, saat Hari Raya Idul Fitri tiba sudah menjadi tradisi untuk umat Islam selalu berkunjung ke rumah para kerabat dan para sahabat umat Islam lainnya.

7. Memberi Ucapan Selamat

MEMBERI UCAPAN: Bersilaturahmi dengan memberi ucapan selamat kepada sesama muslim untuk saling mendoakan dan menjalin silaturahim. (foto: dok. Internet)
MEMBERI UCAPAN: Bersilaturahmi dengan memberi ucapan selamat kepada sesama muslim untuk saling mendoakan dan menjalin silaturahim. (foto: dok. Internet)

Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan dan penuh dengan kegembiraan bagi umat Islam.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan selamat kepada sesama muslim atas kebahagiaan dan kemenangan yang telah diraih setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

Di zaman Rasulullah SAW, saat Hari Raya Idul Fitri tiba para sahabat Rasulullah mengucapkan kalimat selamat satu sama lain, serta kepada sesama umat Islam lainnya. (penyunting, yeni trihapsari)

Editor : Moch. Chariris
#lebaran #idul fitri #rasulullah #hari raya