Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ibadah Jumat Agung, Jemaat Kenakan Pakaian Adat Jawa

Sofan Kurniawan • Jumat, 29 Maret 2024 | 16:29 WIB
TEATRIKAL: Sebagai  jemaat GKJW di Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, sengaja mengenakan pakaian adat Jawa dalam ibadah Jumat Agung. (foto: Sofan Kurniawan)
TEATRIKAL: Sebagai jemaat GKJW di Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, sengaja mengenakan pakaian adat Jawa dalam ibadah Jumat Agung. (foto: Sofan Kurniawan)

RADARMOJOKERTO - Ratusan umat Kristiani melaksanakan ibadah Jumat Agung dalam rangkaian Hari Raya Paskah, di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Dusun Sidokerto, Desa Pulorejo, Kecamatan  Dawarblandong Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Jumat (29/3) pagi.

PENGINGAT: Drama Yesus disalibkan di bukit Golgota hingga ia mati rela mati di kayu salib untuk penebusan dosa pengikutnya. (foto: Sofan Kurniawan)
PENGINGAT: Drama Yesus disalibkan di bukit Golgota hingga ia mati rela mati di kayu salib untuk penebusan dosa pengikutnya. (foto: Sofan Kurniawan)

Uniknya, sebagai besar jemaat sengaja mengenakan pakaian adat Jawa.

Seperti surjan, beskap, jarik, dan udeng.

Peribadatan dimulai dari sejak pukul 05.00 WIB.

Saat umat muslim selepas melaksanakan salat subuh, ratusan jemaat GKJW, gabungan dari beberapa pepantan (gereja ranting) di kawasan itu, berkumpul bersama melaksanakan ibadah di luar gereja.

Konsep ibadah di halaman luar gereja tersebut sengaja digelar agar jemaat bisa merasakan nuansa yang lain.

”Seperti halnya Yesus dan para murid melaksanakan doa di Taman Getsemani,” kata pendeta GKJW, Galih saat memimpin peribadatan.

Ada satu fragmen dalam drama penyaliban Yesus.

Yesus disalibkan di bukit Golgota hingga ia mati rela mati di kayu salib untuk penebusan dosa semua pengikutnya.

Galih menambahkan drama ini sengaja dipertontonkan di hadapan ratusan jemaat untuk lebih mengilhami betapa sengsaranya Yesus dalam penderitaan ketika itu.

"Cukup sekali saja Yesus disalib, jangan kita menyalibkan lagi dengan perbuatan buruk kita," pesan Galih kepada jemaat di Jumat Agung kali ini.

Perayaan Hari Raya Paskah tahun ini bersamaan dengan umat muslim melaksanakan ibadah puasa Radaman.

 

Editor : Moch. Chariris
#yesus #gkjw #paskah