Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sehari, Bagikan 10 Ribu Porsi Nasi, Dapur Umum Pemkab Mojokerto di Bencana Banjir Kali Sadar

Martda Vadetya • Jumat, 8 Maret 2024 | 15:05 WIB

BANTUAN: Petugas Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto memasak di dapur umum posko pengungsian Balai Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kamis (7/3).
BANTUAN: Petugas Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto memasak di dapur umum posko pengungsian Balai Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kamis (7/3).
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selain mendirikan posko pengungsian, Pemkab Mojokerto membuka dapur umum (DU) untuk memenuhi kebutuhan dasar dan logistik korban banjir Kali Sadar.

Sedikitnya, 10 ribu porsi nasi bungkus didistribusikan dalam sehari bagi korban banjir di tiga kecamatan.

DU yang ditangani Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto bersama relawan ini dibuka di Posko Pengungsian Balai Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, sejak Rabu (6/3).

Dalam sehari, ribuan nasi bungkus yang dimasak langsung di tempat. Masing-masing, untuk warga Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan di Kecamatan Mojosari.

Serta untuk pengungsi di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, dan Desa Salen, Kecamatan Bangsal.

”Sehari total 10 ribu bungkus. Untuk sekali pengiriman di empat desa tersebut sekitar 5 ribu bungkus,” ujar Kadinsos Kabupaten Mojokerto Try Rahardjo.

Untuk memasak nasi bungkus dalam sehari, dapur umum membutuhkan 25 dus sarden, 20 krat telur ayam, 1 ton beras, maupun tahu tempe dan sayuran yang diolah dan dikirim sebanyak dua kali.

Yakni, pagi sekitar pukul 07.00 dan sekitar pukul 18.00 untuk makan malam.

”Untuk 5 ribu bungkus nasi itu butuh 5 kuintal beras dalam satu kali masak. Sehari dua kali masak dan didistribusikan lewat perangkat desa masing-masing,” jelas Tejo, sapaan karibnya.

Dijelaskannya, dapur umum beroperasi 24 jam dan dikerjakan puluhan personel gabungan dari Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Mojokerto, maupun PKH.

Nantinya, dapur umum disiagakan untuk memasak dan mendistribusikan nasi bungkus pada korban bencana banjir Kali Sadar hingga kondisi berangsur normal.

”Kita optimalkan sampai warga bisa beraktivitas secara mandiri kembali,” sebut Kadinsos. (vad/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#tanggul jebol #pemkab #dapur umum #mojokerto #banjir mojokerto