Rifdah, salah satu warga mengatakan, bencana banjir yang melanda pemukimannya tak lain akibat hujan deras yang terjadi cukup lama.
Sejak Selasa malam (5/3) sampai Rabu dini hari. Tak urung kondisi itu membuat debit aliran sungai di samping rumahnya meningkat.
''Subuh sekitar jam 05.00 tadi sungai samping rumah saya alirannya makin deras, tapi belum sampai meluber (hujan sudah reda). Sekitar jam 5.30 air masuk ke halaman rumah warga. Jam 06.00 air sudah masuk rumah saya dan warga yang lain,'' ungkapnya.
Menurutnya, banjir yang terjadi di desanya menjadi bencana yang terparah setelah 15 tahun terakhir banjir yang terjadi tidak pernah masuk ke dalam rumah.
''Dua tahun kemarin pernah sampai halaman rumah tapibcepat surut, jadi belum sampai masuk rumah. Kalau sekarang sampai sekarang pukul 08.00 air belum surut, malah makin naik ketinggian banjirnya,'' paparnya.
Hingga kini banjir yang melanda desanya membuat aktivitas warga lumpuh. Di lain sisi, kondisi ini juga berdampak pada perabotan rumah warga hingga akhirnya mau tidak mau harus pindahkan ke atas kursi dan meja agar tidak turut terendam.
''Depan rumah ketinggian sampai di atas lutut orang dewasa, dalam rumah saya sekitar 10 centimeter,'' tambahnya menegaskan.
Warga berharap pemerintah cepat tanggap dan melakukan penanganan. Mereka khawatir ada banjir susulan lantaran saat ini masuki musim penghujan.
Di lain sisi, juga butuh pasokan makanan karena sejak dini hari warga tidak bisa beraktivitas lebih meski sekadar memasak karena tengah siaga banjir.
''Mungkin peninggian tanggul sungai agar tidak sampai banjir jika curah hujan meningkat seperti kemarin. Banyak yang bikin status mulai lapar karena kan ini sekarang sudah jam 08.00 lebih dan dari pagi sudah siaga air masuk rumah,'' jelasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah