Korps Sabuk Putih kini tengah mendalami keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Guna mengurai benang merah kronologi kecelakaan yang melibatkan mobil listrik tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sujito mengutarakan, pihaknya tengah mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi hingga dua hari pasca kejadian.
Dengan kata lain, belum diketahui pasti penyebab utama kecelakaan yang menewaskan Khoirul Anam, 40, tersebut.
”Kami masih kumpulkan bukti dan keterangan saksi yang ada di lokasi. Termasuk keterangan dari pengemudi mobil. Tapi karena kondisinya masih sakit dan terakhir sedang dirawat di RSI Sakinah, jadi belum bisa kami mintai keterangan,” ujarnya, Rabu (28/2).
Saat ini, keterangan sejumlah saksi tengah didalami petugas. Sejumlah pihak bakal dipanggil ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dimintai keterangan secara bergilir.
Meski, sejauh ini polisi baru memeriksa satu saksi, yakni Muhammad Nuril, rekan korban yang saat itu juga tengah bekerja di lokasi.
”Sekarang kami masih terus lakukan interogasi saksi di TKP. Sejauh ini masih satu saksi. Tapi hari ini (Kamis, 29/2) kami jadwalkan memeriksa saksi lain,” terang Sujito.
Diakuinya, saat ini koprs sabuk putih tengah mendalami dan mengembangkan keterangan Muhammad Nuril.
Di mana keterangan petugas DLH Kota Mojokerto tersebut bakal mengarah pada saksi lain di lokasi yang dimungkinkan akan turut dipanggil Satlantas. Dengan harapan agar kronologi dan penyebab utama kecelakaan berujung maut tersebut segera menemui titik terang.
”Keterangan Pak Nuril ini kita kembangkan. Ada berapa saksi yang melihat kejadian di lokasi. Sementara ini kami masih belum memanggil pihak Wuling,” tandas Kanit Gakkum.
Terpisah, Manajer Pelayanan Medik RSI Sakinah Mojokerto dr Roisul Umam membenarkan jika pengemudi mobil listrik Wuling nopol N 1112 TK, dr Deasy Alda Kusaldi, sedang dalam perawatan.
Hanya saja pihaknya belum bisa bicara banyak soal kondisi luka yang dialami pengemudi mobil tersebut. ”Beliau dirawat di ruang rawat inap,” sebutnya.
Sebelumnya, Khoirul Anam, 40, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto tewas seketika usai ditabrak mobil listrik Wuling nopol N 1112 TK saat bekerja di Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, sekitar pukul 15.00 Senin (26/2).
Mobil yang dikemudikan dr Deasy Alda Kusaldi tersebut mendadak hilang kendali saat melaju dari barat hingga menabrak korban yang sedang menuntun motor Honda Vario nopol S 6343 SS di gapura Suronatan gang IV.
Kerasnya benturan mengakibatkan pengemudi terluka di bagian kepala dan patah kaki kanan sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah