Warga Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon ini tewas seketika usai tubuhnya terseret mobil yang dikemudikan seorang dokter saat melintas.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 atau saat korban tengah beraktivitas menyapu jalan.
Saat itu, tiba-tiba terdengar suara tumbukan keras dari mobil listrik merk Wuling nopol N 1112 TK yang tengah melintas dari arah barat.
Saat dicek oleh warga, ternyata terdapat korban sudah kondisi tergeletak tepat di depan mobil listrik yang terhenti usai menghantam gapura Suronatan gang IV.
’’ mobil dari arah barat. Saya dengar suara benturan keras itu kemudian saya lari ke arah mobil. Tahu-tahu teman saya sudah tergeletak di depan mobil,’’ ujar Muhammad Nuril, rekan yang turut beraktivitas bersama korban.
Nuril tidak tahu pasti bagaimana korban tertabrak hingga tergeletak di bawah mobil yang dikemudikan dr Deasy Alda Kusaldi. Saat itu, ia tengah menyapu dan berada di jarak 50 meter di depan korban.
Namun jika dilihat dari motor Honda Vario nopol S 6343 SS milik korban yang tergeletak di lokasi, disinyalir korban tengah mendorong motor usai membereskan sampah yang telah disapu Nuril. Yang kemudian diseruduk mobil listrik yang dikemudikan seorang dokter.
’’Posisi teman saya ini habis membereskan sampah kemudian jalan sambil mendorong motornya. Peristiwa persisnya saya tahu, apakah ditabrak dari belakang atau bagaimana, saya kurang tahu. Biasanya setelah membereskan sampah, teman saya ini membuntuti saya yang sedang menyapu dari belakang,’’ ujarnya.
Selain korban, pengemudi juga mengalami luka di bagian kaki sehingga harus dilarikan ke IGD RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Sementara korban, juga dibawa ke kamar jenazah RSUD untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, petugas Satlantas Polres Mojokerto Kota tengah melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab pasti peristiwa tersebut.
’’Setahu saya di dalam mobil ini satu orang perempuan, kayaknya pegawai negeri Sipil (PNS) karena pakai seragam. Kondisi teman saya ini memar-memar di bagian dada,’’ pungkas Nuril. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah