RADARMOJOKERTO – Insiden tenggelamnya pasangan suami istri (pasutri) Ari Budi Yuwono, 53, dan Ririn Martiningsih, 53, warga Jalan Panderman, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto sudah terdengar Pemerintah Kota Mojokerto.
Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menyatakan, dirinya sudah memonitor musibah yang dialami warganya tersebut tidak lama setelah kejadian berlangsung.
”Sudah, saya sudah mendapat laporan atas peristiwa itu tidak lama pasca kejadian,” ungkap Ali Kuncoro kepada www.radarmojokerto.jawapos.com, Sabtu (10/1) sore.
Ali Kuncoro juga memastikan, bahwa kedua korban yang terseret air bah di Sungai Banyak di Dusun Watutumang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet adalah warga Kota Mojokerto.
”Benar, setelah kita cek mereka ini adalah pasutri warga Kota Mojokerto,” imbuh Ali Kuncoro.
Meski demikian, dirinya belum dapat memastikan kondisi terakhir kedua korban tersebut.
Menyusul, tidak lama setelah mendapati laporan, Mas Pj, begitu Ali Kuncoro akrab disapa, lantas menerjunkan petugas dari dinas terkait.
”Sudah kami perintahkan petugas untuk segera berkoordinasi dengan BPBD kabupaten, termasuk membantu melakukan pencarian korban di sepanjang aliran sungai itu,” papar kadispora Pemprov Jatim ini.
Di antara dinas terkait yang diterjunkan ada satpol PP dan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kota Mojokerto.
”Saya berharap semoga segera diketemukan dan ada hasil yang terbaik,” tegas Ali Kuncoro.
Peristiwa tersebut bermula saat pasutri Ari Budi dan Ririn berlibur di rumahnya, di Dusun Watutumang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet dengan mengajak empat orang anak.
Masing-masing Alma, 15, Ibra, 10, dan Ata, 6. Ketiganya disebut-sebut sebagai anak korban. Sedangkan satu lainnya bernama Kamsa, 6, bersatus sebagai keponakan.
Usai mendatangi rumah untuk berlibur mengendarai Daihatsu Xenia Nopol N 1987 JG, keenamnya lantas bermain dan mandi di sekitar sungai sekitar pukul 12.30 WIB.
”Kebetulan jarak rumah dan sungai memang sangat dekat,” papar Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam
Keempat anak-anak tersebut berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan pasutri terjebak di sungai, lalu terseret dan tenggelam.
Editor : Moch. Chariris