Sedangkan korban meninggal lainnya adalah warga Lamongan. Empat korban lainnya terluka dan dirawat di fasilitas kesehatan Kabupaten Sragen.
Bus Efa Transjaya nomor polisi W 7401 UO yang dikemudian Catur Pancoro, 47, warga Tulangan, Sidoarjo membawa 18 penumpang.
Merka bertolak ke Surabaya setelah mengikuti kampanye akbar Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Gelora Bung Karno, Sabtu (3/2/2024).
Tiba di tol Solo-Ngawi Kilometer 544, Kedunggalar, Ngawi, sekira pukul 06.17, bus menyalip kendaraan lainnya.
Namun diduga karena sopir kurang waspada, bus menabrak median jalan tol lalu terguling.
Terseret beberapa meter hingga akhirnya menghantam pagar pembatas jalan.
Public Safety Center (PSC) 911 Sukowati Kabupaten Sragen bergegas ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan.
Ketua PMI Kabupaten Sragen Ismail Joko Sutresno mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan PSC 119 Ngawi untuk membantu mem-back-up pertolongan pertama
“Dua orang penumpang bus meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sedangkan empat lainnya mengalami luka ringan,” terang Ismail.
Korban meninggal dunia atas nama Adytia dievakuasi ke Puskesmas Gondang, sedangkan satu korban meninggal dunia lainnya atas nama Hadi Umar Farouq dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi.
Hadi Umar Farouq diketahui berasal dari Dusun Mojogeneng RT 03/ RW 03, Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Pemuda 20 tahun ini mengikuti rombongan kader partai Hanura dengan beberapa koleganya dari Mojokerto yang turut jadi korban kecelakaan.
Namun sayangnya, Umar meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Dia mengalami sejumlah luka berat di bagian kepala dan badannya.
Sebelumnya, ambulance LazisNu Gondang juga mengevakuasi empat korban luka atas nama Mochamad Husen, Erdyk Suwanto, Tarsianus Mariyono dan Veri Enda Setyawan ke IGD RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. (radarsolo/fen)
Editor : Fendy Hermansyah