Event ini menjadi terobosan baru yang mengajak semua peserta dari berbagai unsur cakap dalam membaca sekaligus piawai menulis.
Kegiatan workshop inti disampaikan oleh Agus Sudibyo, Ketua Dewan Pakar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dewan Pengawas TVRI.
Berlangsung di Hall Prajna Wijaya Lantai 4 Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada Kota Mojokerto, acara ini berhasil menggugah rasa keingintahuan masyarakat, utamanya mereka yang bergelut di bidang pranata kehumasan pada suatu instansi.
Terbukti, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan usai pemaparan materi terkait penulisan siaran pers.
’’Mereka (peserta) sangat haus informasi dan butuh motivasi tentang siaran pers. Berkat kegiatan ini pula, mereka memiliki kiat menghadapi media, mengadukan ke dewan pers. Menurut saya workshop seperti ini, perlu banyak dilakukan dengan tema-tema lebih spesifik lagi,’’ ungkap Agus Sudibyo, kemarin (1/2).
Digulirkannya kegiatan yang dihadiri 400 lebih peserta dari berbagai instansi pemda, lembaga pendidikan dan jajaran polisi ini, lanjut Dibyo, membuktikan masyarakat perlu didampingi agar bisa bersikap proporsional dan tidak arogan saat menghadapi media.
Dia mendorong, agar pihak media atau pers membantu masyarakat mempelajari UU Pers, Kode Jurnalistik dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.
’’Literasi media untuk pranata humas itu sangat penting, karena masih ada kalangan yang belum tersentuh pengetahuan seperti ini. Makanya, inisiatif diselenggarakannya Jawa Pos Radar Mojokerto sangat membantu pemerintah maupun dewan pers, utamanya bagi kalangan pemerintahan level bawah,’’ pesannya.
Acara ini juga dibuka secara langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto M. Nur Kholis ditandai dengan pemukulan gong.
Dalam sambutannya, Nur Kholis memaparkan, kegiatan workshop ini menjadi bukti kejayaan Jawa Pos Radar Mojokerto dalam menciptakan kepercayaan di masyarakat.
Di situasi euforia media saat ini, sambungnya, event workshop yang sebelumnya juga digelar secara daring pada 31 Januari lalu menjadi cakrawala baru bagi peserta untuk mengetahui seluk beluk dunia jurnalistik.
’’Kegiatan ini bukan hanya semata-mata mengajari menulis naskah berita. Peserta dipersilakan menanyakan semua apapun yang menjadi unek-unek tentang dunia kewartawanan dengan pakar yang hebat. Kami terus bersinergi dengan seluruh masyarakat se-Mojokerto raya, mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini dapat terus berkelanjutan,’’ imbuhnya.
Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro mendukung penuh digelarnya kegiatan ini. Menurut dia, acara workshop yang berperan pada peningkatan literasi ini membawa banyak nilai positif bagi masyarakat.
Diharapkan pula, workshop penulisan siaran pers ini memiliki resonasi yang luar biasa dalam mencetak generasi yang cerdas serta melek baca tulis.
’’Saya harap, investasi sumber daya manusia harus bisa ditingkatkan. Peningkatan literasi yang telah digagas oleh Jawa Pos Radar Mojokerto, semoga bisa memberikan kontribusi tidak hanya bagi bumi Majapahit, namun juga secara nasional,’’ ulas dia.
Respon positif juga dituai Bupati Ikfina Fahmawati yang hadir dalam acara tersebut. Dia menyatakan, kegiatan ini menjadi bentuk penguatan literasi di kalangan ASN.
Sebab, melalui edukasi siaran pers, mereka bisa termotivasi untuk menjadikan segala bentuk kegiatan ke dalam bentuk tulisan. ’’Sehingga masyarakat bisa mengetahui paa yang dilakukan pemerintah dalam melayani masyarakat,’’ ulasnya.
Dia juga berharap, workshop ini bisa dijadikan tindaklanjut oleh peserta. Khususnya dalam hal membuat siaran pers yang bisa meningkatkan kapasitas mereka.
’’Jika ada evaluasi penilaian, nanti pastinya akan lebih seru lagi. Sehingga, dari kegiatan ini, kita bisa melihat produk hasil penulisan peserta sesuai dengan kaidah-kaidah yang baik, informatif dan memberikan kepuasan hati bagi pembacanya,’’ pungkasnya.
Di akhir acara, Pj Wali Kota maupun Bupati Mojokerto menerima apresiasi berupa piagam ucapan terima kasih dari Direktur JPRM M. Nur Kholis.
Selain itu, Ketua Dewan Pakar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ketua Dewan Pengawas TVRI, Agus Sudibyo juga menyerahkan cenderamata berupa buku berjudul Bernalar Sebelum Klik, yang ditulisnya sendiri kepada Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah