Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Diduga, kecelakaan dipicu truk yang mogok di perlintasan.
Sukarelawan penjaga palang pintu, M Ridwan mengatakan, kecelakaan antara truk nopol N 9533 UV yang disopiri Sukirman dengan kereta api Wijayakusuma KA 117 jurusan Cilacap-Banyuwangi tersebut terjadi sekitar pukul 18.00.
Tepat saat kabin truk menginjak rel sisi utara perlintasan double track yang sedang dibangun itu.
"Yang tertabrak bagian depan truk saja tapi tidak ada korban. Tadi sopir dan kernetnya sudah turun," ungkapnya di lokasi.
Dijelaskannya, kecelakaan bermula saat truk tanpa muatan itu melintas dari arah Kota Mojokerto menuju Bangsal.
Truk sempat berhenti setelah palang pintu ditutup sukarelawan.
"Waktu kereta pertama itu truknya aman, palang kita tutup. Setelah palang dibuka, truk sempat jalan tapi tiba-tiba mogok (di perlintasan)," terang pria 31 tahun ini.
Sukirman dan kernetnya lantas turun dan memperbaiki truk. Berselang sekitar 30 menit kecelakaan terjadi.
"Keretanya dari timur. Sedangkan truknya dari arah utara," paparnya. Posisi sopir dan kernet yang telah keluar dari kabin membuat keduanya selamat dari maut.
Ridwan menyebut, saat mogok diperlintasan, truk sempat ditarik mundur dari perlintasan. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.
"Tadi sempat ditarik sama truk mixer. Tapi gagal, tali tambangnya putus," tandas Ridwan.
Kini, peristiwa tersebut ditangani Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto. Sopir dan kernet sementara diamankan petugas. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah