Caranya dengan membangun wisata yang memanfaatkan kekayaan potensi alam di desa tersebut. Tahun depan, rencananya pembangunan wisata desa terus diperluas dengan mengangkat konsep baru.
Desa yang berada di dataran tinggi ini dianugerahi pemandangan dan potensi alam yang melimpah. Sadar dengan peluang tersebut, Pemdes Belik mendirikan wisata Petung Park.
Wisata yang diresmikan Maret 2023 ini menyuguhkan panorama persawahan dan suasana pedesaan, ditambah sensasi sejuk sumber air pegunungan yang mengalir ke sawah hijau milik warga.
”Yang melekat di Petung Park adalah ikon bambunya. Sebab, tak hanya lokasinya yang memang berada di antara lahan bambu, namun juga bangunannya tampak alami karena terbuat dari batang-batang bambu,” kata Kepala Desa Belik, Morsidi.
Dia menuturkan, wisata seluas dua hektare yang dipenuhi dengan bambu petung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sehingga, untuk mendukung kebangkitan ekonomi, Petung Park terus dibenahi sebagai wisata alam berbasis budaya desa.
”Mulai tahun depan nanti, akan kita tambah untuk akses jalan setapaknya. Karena, meski baru diresmikan awal tahun, pengunjungnya terus membeludak di akhir pekan,” sebutnya.
Selain akses jalan, lapak kuliner di Petung Park juga terus diperluas dengan memberdayakan UMKM lokal warga setempat.
Tak hanya itu, desa dengan dua dusun ini juga bakal mengembangkan wisata lain yang menurutnya bisa menjadi potensi.
Yakni dengan memanfaatkan sawah sebagai titik destinasi kunjungan wisatawan.
Hal tersebut, lanjut dia, tak lepas dari kondisi geografis Desa Belik yang dianggap mendukung dan punya nilai tambah untuk menggaet wisatawan.
”Insyaallah, untuk yang wisata sawah akan kami buka pada 2024 nanti. Ini masih proses merintis,” pungkas Morsidi. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah