TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Penanggungan, di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, saat ini telah berhasil dipadamkan.
Meski sebelumnya kobaran api sempat dilaporkan nyala padam. Sejumlah petugas disiagakan untuk melakukan pemantauan dan penyisiran guna memastikan api tak kembali berkobar.
"Sekitar pukul 17.30 Rabu (18/10) api sudah dapat dipadamkan," terang Kasubsi (KSS) Humas KPH Pasuruan Ngatemin, Kamis (19/10).
Kobaran api di lereng gunung berhasil dikendalikan puluhan petugas yang kembali diterjunkan ke lokasi.
Setelah api dilaporkan kembali berkobar sekitar pukul 11.25 Rabu (18/10) di titik yang sama.
"Yang terbakar semak belukar dan perdu. Luas area yang terdampak sekitar 4,5 hektare," tandas Ngatemin.
Sebelum dinyatakan padam Rabu (18/10) petang, kobaran api juga sempat dilaporkan padam sehari sebelumnya.
Namun, api justru kembali menyala. Diduga, nyala padamnya api tersebut dipicu faktor angin.
”Kebakaran di Gunung Penanggungan sempat dilaporkan sudah padam sekitar pukul 20.35 Selasa (17/10),” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim, Rabu (18/10).
Belum diketahui pasti pemicu kebakaran di lereng gunung yang dianggap suci oleh masyarakat era Majapahit tersebut.
Hingga kini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.
”Sejauh ini penyebab karhutla masih belum diketahui pasti,” tandas Khakim.
Diberitakan sebelumnya, karhutla Gunung Penanggungan dilaporan terjadi sekitar pukul 14.00 Selasa (17/10).
Kobaran api dan asap diketahui berada di atas wisata Petirtaan Jolotundo.
Tepatnya petak 18B RPH Trawas BKPH Penanggungan. Api menyasar vegetasi ilalang dan semak belukar seluas 8 hektare di wilayah lereng gunung.
Sebanyak 85 personel gabungan dari Perhutani, TNI/Polri, BPBD, SAR Penanggungan dan warga sekitar langsung diterjunkan untuk pemadaman. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah