Diduga, korban meninggal akibat terlalu banyak menghirup asap. "Ada korban meninggal. Namanya Pak John, salah satu supervisor (pengawas) di bagian produksi," terang salah seorang karyawan pabrik di lokasi.
Menurutnya, korban sudah tidak sadarkan diri setelah berjibaku memadamkan api di area timur pabrik. "Sepertinya sudah meninggal di sini terus di bawa ke rumah sakit," imbuhnya.
Korban lantas dievakuasi mobil ambulans menuju RS Mawaddah Medika Ngoro. Nahas, nyawa korban tak tertolong.
"Mungkin karena kehabisan oksigen atau gimana, kurang tahu pasti," sambung pria 30 tahun ini.
Praktis, peristiwa kebakaran pabrik di Desa Sukoanyar, Kematan Ngoro, ini menelan satu korban jiwa dan satu korban luka.
Sebelum dikabarkan adanya korban jiwa, diketahui seorang sekuriti pabrik dilarikan ke rumah sakit. Karena mengalami luka bakar di tangan akibat berjibaku memadamkan api.
Terpisah, Kapolsek Ngoro Kompol Imam Mahmudi membenarkan ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Korban dilarikan ke rumah sakit setelah tak sadarkan diri.
Identitas lengkap korban sedang dihimpun petugas. "Dugaan awal karena korban terlalu banyak menghirup asap lalu pingsan. Setelah dievakuasi ke rumah sakit, dinyatakan meninggal. Korban dari Bagian Produksi," terangnya.
Hingga kini pemadaman kebakaran masih dilakukan. Sejumlah armada damkar silih berganti keluar masuk area pabrik untuk memadamkan api.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda pabrik tisu PT Sun Paper Source di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pungging, sekitar pukul 09.30 Kamis (12/10). Empat area gudang dan produksi dilalap si jago merah. Kobaran api terus menjalar ke area sekitar. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah