Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemdes Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Cetak Blueprint Desa Wisata

Martda Vadetya • Senin, 18 September 2023 | 06:23 WIB

POTENSIAL: Kandang komunal Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, ditinjau Pemkab Mojokerto beberapa waktu lalu.
POTENSIAL: Kandang komunal Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, ditinjau Pemkab Mojokerto beberapa waktu lalu.
SEJUMLAH inovasi terus ditelurkan pemerintah Desa (pemdes) Begaganlimo, Kecamatan Gondang.

Untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, pemdes mencetak blueprint desa wisata berbasis peternakan dan perikanan.

Hal ini memaksimalkan potensi mayoritas masyarakat yang merupakan peternak.

Desa Begaganlimo juga dikenal akan sektor wisatanya. Dibuktikan adanya sejumlah destinasi wisata seperti Lembah Harapan dan Akar Seribu. 

Tak ingin berhenti di situ, Pemdes Begaganlimo merealisasikan ide dan inovasi segar untuk mengembangkan potensi yang ada.

Salah satunya, mencetak blueprint desa wisata berbasis peternakan dan perikan.

”Blueprint desa wisata ini kami buat pada akhir 2021 lalu,” terang Kepala Desa Begaganlimo Suroso.

Blueprint ini memadukan konsep dari dua sektor, peternakan dan wisata. Lantaran mayoritas masyarakat desa merupakan peternak.

Ditambah, Desa Begaganlimo memiliki sumber daya alam yang mendukung. Yakni, ketersediaan pakan hijau dan debit air pegunungan yang melimpah.

”Untuk blueprint ini kami bekerja sama dengan UNTAG, targetnya tahun 2030 Desa Begaganlimo bisa menjadi desa wisata berbasis peternakan dan perikanan. Ini sekaligus memberdayakan masyarakat karena mayoritas warga di sini peternak,” bebernya.  

Suroso menjelaskan, kambing dan ikan nila menjadi komoditas utama pengembangan konsep yang mengarah pada eduwisata tersebut.

Sebab, kambing dan nila dinilai memiliki peluang dan nilai ekonomi tinggi.

Sejak bergulir awal tahun 2022, kini terdapat 73 ekor kambing dari lima peternak yang bekerja sama dengan pemdes.

”Sesuai blueprint, untuk ternak ikan nila mulai jalan tahun depan,” sebutnya. Sejauh ini, sudah ada dua kandang komunal yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD).

Dengan menggandeng akademisi, lanjut Suroso, para peternak sekaligus diajarkan teknologi tepat guna. Tak sekadar untuk memudahkan, hal ini sekaligus untuk memperlebar efektivitas dan efisiensi dalam beternak.

”Tahun 2025 nanti ada mesin giling kotoran kambing untuk diolah jadi pupuk. Karena satu karung pupuk 25 kg harganya lumayan, Rp 25 ribu,” papar Suroso.

Namun begitu, pihaknya juga tengah fokus menata dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) menuju desa wisata tersebut. Sebab, SDM menjadi faktor vital dalam pengembangan sektor wisata.

”Kenapa kita kembangkan konsep eduwisata ini? karena wisata alam pada umumnya punya nilai kejenuhan. Di wisata alam, kebanyakan wisatawan akan jenuh setelah sekali atau dua kali datang. Dengan eduwisata ini, pengunjung bisa terlibat langsung dan belajar bagaimana beternak. Dan konsepnya kita akan  terus kembangkan agar tidak menjenuhkan,” tandas kades. (vad/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#begaganlimo #gondang #kabupaten #mojokerto #pemdes