Camat Trowulan Mujiono mengungkapkan, cor kuningan menjadi salah satu kerajinan yang telah lama menjadi primadona buah tangan khas wisatawan.
Tak hanya itu, seiring peningkatan kunjungan wisata di Trowulan, kini varian oleh-oleh telah lebih banyak berkembang.
’’Sekarang sudah bergerak ke pakaian, seperti kaus dan kain batik. Termasuk produk-produk makanan ringan,’’ ulasnya.
Tak sekadar sebagai oleh-oleh, buah tangan tersebut juga diharapkan mampu memberikan kesan kepada wisatawan.
Sebab, baik produk makanan maupun karya kerajinan merupakakan kreasi buatan dari masyarakat Trowulan sendiri.
’’Harapannya kita bisa memberikan kenang-kenangan bagi wisatawan. Karena ini juga akan membuat daya tarik wisata kita lebih berkesan agar pengunjung bisa datang kembali lagi ke Trowulan,’’ tuturnya.
Di sisi lain, produk kuliner dan kerajinan khas Trowulan juga mampu meningkatkan kunjungan wisata. Salah satu yang menjadi primadona adalah olahan makanan sambel wader.
Deretan warung-warung yang berada di sekitar situs Kolam Segaran tiap hari nyaris tidak pernah sepi pecinta kuliner.
Dengan berkembangnya UMKM tersebut, imbuh Mujiono, juga turut menjadi pengungkit ekonomi masyarakat Kecamatan Trowulan.
’’Kita juga didukung dengan adanya komunitas masyarakat wisata yang memberikan layanan keliling ke situs-situs yang ada di Trowulan,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah