Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Operasi Pasar di Kabupaten Mojokerto Digencarkan hingga Akhir Bulan, Sasar 18 Kecamatan dan Sentuh Pasar Desa

Khudori Aliandu • Rabu, 13 September 2023 | 17:05 WIB

DIBURU: Antusiasme masyarakat saat operasi pasar beras murah di Pasar Raya Mojosari, Selasa (12/9).
DIBURU: Antusiasme masyarakat saat operasi pasar beras murah di Pasar Raya Mojosari, Selasa (12/9).
Juga Perluas Toko Pangan Kita 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Pemkab Mojokerto bersama Bulog terus gencarkan operasi pasar (OP) di 18 kecamatan untuk intervensi harga kebutuhan pokok yang melambung. Selain itu, juga perluas toko pangan kita (TPK) di pasar-pasar desa.

Gerakan pasar murah dimulai secara serantak di tiga titik sekaligus, kemarin (12/9). Total enam ton beras disediakan. Seperti di Pasar Raya Mojosari.

OP yang dipantau Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan forkopimda kabupaten ini banyak menyedot antusiasme masyarakat.

Ratusan warga yang mengetahui rela mengantre untuk mendapatan kebutuhan pokok dengan harga miring.

Benar saja, harga yang lebih murah dibanding harga di pasar membuat masyarakat berbondong-bondong ke lokasi OP.

’’OP yang bekerja sama dengan Bulog hari ini kita gelar di tiga titik,’’ ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah.

Selain di pasar Raya Mojosari, juga menyasar di Kantor Kecamatan Sooko dan Gedeg. Tiap titik disediakan dua ton beras.

Dilanjutkan hari ini (13/9) digelar di kantor Kecamatan Kemlagi dan Gondang. Lalu Pada Kamis (14/9), berlangsung di kantor Kecamatan Dawarblandong dan Mojosari.

’’Pokoknya operasi pasar ini akan kita lakukan hingga 27 September. Kita gelar secara bergilir, tiap hari kita jadwal ada di dua kantor kecamatan,’’ tuturnya.

Tak sekadar itu, perluasan TPK juga bakal dilakukan. Khususnya untuk pasar desa. Sebab, dari 20 pasar yang ada, saat ini masih menyasar 6 pasar saja.

Meliputi, Pasar Raya Mojosari, Pasar Diyono Jatirejo, Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Pasar Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Tanjungsari, Kecamatan Dlanggu, dan Pasar Sawahan, Kecamatan Bangsal.

’’Dan nanti kita tambah lagi di Pasar Pacet dan Pasar Perning, Kecamatan Jetis. Terutama yang dalam pantauan kita harganya selalu tinggi. TPK ini bagian cara kita intervensi harga di pasar itu agar turun,’’ urainya.

Kepala Pimpinan Cabang Bulog Surabaya Selatan, Rusli, menegaskan, hingga sekarang stok beras di Bulog masih aman. Bahkan masih mampu memenuhi kebutuhan hingga tahun depan.

’’Stok kita sekarang masih ada sekitar 7.650 ton. Jadi masih cukup untuk menyangga kebutuhan hingga delapan bulan kedepan. Tidak hanya untuk Kabupaten Mojokerto, tapi Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya.

Tak urung di tengah harga beras melambung pihaknya terus gencarkan OP bersama pemda dengan harga Rp 10.200 per kilogram (kg) dari HET Rp 10.900 per kg.

Sedangkan gula pasir dijual dengan harga Rp 13.500 per kg, minyakKita Rp 13.500 per liter dan telur ayam Rp 25 ribu per kg serta daging ayam mulai dari harga 24 ribu per pack. Termasuk memperluas TPK yang ada di pasar.

’’TPK kita di Pasar Mojosari ini ada tujuh, setiap hari kita suplai 500 kilo per TPK. Jadi ini kita lakukan secara masif supaya masyarakat mendapatkan harga yang murah,’’ tegasnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#desa #pasar #kabupaten #mojokerto #beras #kecamatan #operasi