Khusus tari Mayang Rontek yang diperagakan 100 penari perempuan Sabtu (2/9). Terdiri dari perangkat desa, Anggota BPD, lembaga kemasyarakatan desa dan masyarakat secara umum ini bagian dari pelestarian budaya.
’’Tari Mayang Rotek oleh 100 penari ini bentuk keseriusan pemerintah desa dalam mengembangkan kesenian dan budaya di Desa Lakardowo,’’ ungkap Kepala Desa Lakardowo, Mochamad Kusaini.
Meski kali pertama digelar, nyatanya membuat masyarakat cukup antusias. Menurutnya, Tari Mayang Rontek ini merupakan salah satu tarian tradisional khas Mojokerto yang harus tetap dilestarikan.
Tari ini dijadikan sebagai tari pembuka dalam adat prosesi pengantin Mojoputri. Nama mayang rontek sejatinya berasal dari kata uborampe.
’’Kata Mayang memiliki arti bunga, lalu Rontek merupakan hiasan atau rumbai-rumbat. Jika digabung arti dari Mayang Rontek adalah sebuah bunga yang merumbai-rumbai sebagai bentuk dari persembahan dalam pernikahan,’’ paparnya.
Ketua BPD Lakardowo Siswanto, menambahkan, Tari Mayang Rontek yang diperagakan I00 penari jadi bagian rangkaian Pesta Rakyat Tujuh Belasan Tahun 2023 Lakardowo Tambah Joss.
Event ini selain memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78 juga sebagai ajang silaturahmi dan ajang mempererat persatuan dan kesatuan di antara masyarakat Desa Lakardowo.
’’Ajang kesenian dan budaya seperti ini mudah-mudahan akan terus dan sering ditampilkan pada event yang ada di Desa Lakardowo. Selain sebagai uri-uri kebudayaan juga sebagai suatu kegiatan yang sangat positif untuk pendidikan karakter pada masyarakat,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah