Tutup Latihan Lapangan Terpadu di Wonosalam
JOMBANG - Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo resmi menutup Latihan Lapangan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Sabtu (31/10). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus memantapkan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana karhutla.
Upacara penutupan yang berlangsung di kawasan lereng Gunung Anjasmoro tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Jombang, Perhutani, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat turut ambil bagian.
Dalam sambutan tertulis Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto yang dibacakan Danrem 082/CPYJ, disampaikan latihan tersebut menjadi sarana strategis untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan penanggulangan karhutla.
Pangdam menekankan pentingnya ketepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta pengendalian bersama pemerintah daerah. Seluruh kemampuan yang diperoleh melalui latihan harus diterapkan dengan tetap berpedoman pada prosedur koordinasi yang berlaku guna meminimalkan risiko dalam pelaksanaan tugas.
Selain itu, seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan penyebab kebakaran hutan dan lahan, termasuk indikasi kesengajaan. Evaluasi terhadap materi latihan juga perlu dilakukan agar kemampuan yang diperoleh dapat menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.
Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo mengatakan, Kecamatan Wonosalam merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerawanan karhutla. Kondisi geografis berupa kawasan pegunungan dan hutan menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. ”Latihan ini dirancang untuk menguji kesiapsiagaan operasional, menyamakan persepsi, serta memantapkan koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam mengatasi potensi karhutla secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Dia menegaskan, keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada kolaborasi dan kecepatan bertindak seluruh unsur yang terlibat. Karena itu, penyelarasan prosedur operasional standar (SOP) menjadi salah satu sasaran penting latihan. ”Kunci utama keberhasilan penanggulangan bencana adalah kolaborasi dan kecepatan bertindak. Melalui latihan ini, kita menyelaraskan SOP agar ketika bencana terjadi, seluruh komponen dapat bergerak cepat, tepat, dan terpadu,” tambahnya.
Melalui latihan tersebut, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin solid. Dengan demikian, upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana karhutla di Kabupaten Jombang dapat berjalan lebih optimal. (rif/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto