JOMBANG - Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tak sekadar berdampak terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam expo dan bazar.
Momentum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi NU tersebut juga menjadi inspirasi bagi kalangan santri dan alumni. Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) bahkan mampu mendirikan usaha ekonomi kreatif yang dikemas sebuah kafe kekinian.
Selama lima hari muktamar berlangsung, pengelola kafe bahkan mampu mengantongi omzet hingga Rp 20 juta. ’’Inspirasinya memang karena muktamar, dan kami sebagai alumni memilih merintis sebuah usaha kafe sederhana,’’ ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) IKABU Pusat M. Wildan Firdaus, kemarin (2/9).
Kafe memanfaatkan kontainer tersebut menyajikan menu yang berbeda dari kafe pada umumnya. Wildan mengaku, kafe bernama IKABU Cafe ini memilih menyuguhkan menu minuman tradisional. ’’Kami memilih wedang rempah sebagai menu andalan, karena manfaatnya bagi kesehatan,’’ imbuhnya.
Bahan utama rempah-rempah tersebut didatangkan khusus dari Bojonegoro. Seperti jahe, kunyit, serai, kapulaga, cengkih, kencur, jeruk nipis, bunga lawang, hingga kayu manis. ’’Kami ingin memanfaatkan potensi para petani yang bergerak di bidang-bidang rempah-rempah Nusantara,’’ imbuh pemuda asal Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, ini.
Kafe yang resmi di-launching pada Rabu (19/8) lalu itu lantas mendapat respons positif dari kalangan alumni hingga dzurriyah dan pengasuh PPBU. ’’Ke depan, setelah muktamar selesai, ini terus akan kami kembangkan, bahkan rencananya kami membuka di berbagai cabang IKABU,’’ pungkasnya. (ris/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto