Satu UMKM Mampu Raih Omzet hingga Rp 80 Juta

Moch. Chariris • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:42 WIB

 

BERKAH MUKTAMAR: Perajin sekaligus penjual jaket dan rompi bordir melayani pesanan pengunjung Muktamar ke-35 NU, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8). (Chariris/JPRM)
BERKAH MUKTAMAR: Perajin sekaligus penjual jaket dan rompi bordir melayani pesanan pengunjung Muktamar ke-35 NU, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8). (Chariris/JPRM) 

-         Lapak Pedagang Kaus Diminati Pengunjung

-         Stok Habis sebelum Muktamar Resmi Ditutup 

JOMBANG  - Berkah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, turut memberikan dampak terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang datang dari berbagai daerah se-Nusantara. Seperti pedagang kuliner, kaus, jaket, kopiah, jilbab, aksesori, dan beragam suvenir lainnya. Tidak sedikit dagangan mereka sudah habis terjual sebelum muktamar resmi ditutup pada Senin (31/8).

Sholihin, salah satu pedagang kaus muktamar mengungkapkan, tenda UMKM miliknya yang berdiri di kawasan Makam KH Abdul Wahab Chasbullah mulai didatangi para pembeli sejak hari pertama pembukaan muktamar, Kamis (27/8). 

Tidak sedikit muktamirin maupun pengunjung expo dan bazar memborong dagangan kaus yang menghadirkan beragam desain ini. Seperti kaus berlogo muktamar, logo NU, dan para tokoh atau muassis NU. ’’Puncaknya ketika memasuki hari pertama dan ketiga muktamar. Pembeli terus berdatangan,’’ ujar pedagang asal Kota Mojokerto, ini. 

Harga jual yang ditawarkan untuk setiap kaus setara dengan yang ditawarkan pedagang lainnya. Yaitu antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per buah. ’’Yang membedakan mungkin kualitas bahan dan sablonnya saja,’’ imbuhnya. 

Selama muktamar berlangsung, jumlah kaus yang disediakan di kisaran 500 hingga 800 pieces (pcs). Terbagi atas kaus lengan pendek dan lengan panjang. Namun, jelas Sholihin, sebagian besar pembeli rata-rata mempertimbangkan desain dan kualitas. ’’Tidak sedikit yang memborong untuk sekadar sebagai kenang-kenangan dan oleh-oleh keluarga di rumah,’’ paparnya. 

Tingginya animo pembeli di tenda-tenda UMKM juga turut membuat pedagang kewalahan. Selain keterbatasan tenaga, tak jarang mereka kehabisan stok karena tingginya permintaan. ’’Makanya, sebelum penutupan muktamar, barang dagangan kami sudah habis,’’ tandasnya.

Meski demikian, dirinya enggan menyebutkan secara detail nilai omzet yang diraih selama muktamar. ’’Ya, Alhamdulillah, ini berkah muktamar di Tambakberas,’’ kilahnya. 

Sumber Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi menyebutkan, raihan omzet bagi UMKM di luar zona expo dan bazar relatif cukup tinggi. Salah satu pedagang kaus mengaku sejak muktamar digelar, sekitar 800 pcs kaus yang disiapkan dari rumah semua ludes terjual. ’’Kalau ditotal omzetnya kira-kira bisa sampai Rp 80 juta,’’ tandasnya. 

Budiono, salah satu perajin kaus lainnya menambahkan, tingginya peminat kaus selama muktamar di luar ekspektasi. Ia bahkan tak mampu memproduksi kembali kendati muktamar masih menyisakan dua hari. ’’Ini sungguh di luar ekspektasi. Pengunjung berdatangan, dan pesanan terus mengalir. Tetapi, saya sudah tidak mampu lagi memproduksi, padahal masih banyak yang datang untuk membeli,’’ tambah perajin kaus asal Kota Mojokerto ini. 

Tidak hanya kaus. Perajin jaket dan bordir asal Jakarta juga kebanjiran pembeli. Di lapaknya yang menempati teras rumah warga, pembeli terlihat keluar masuk. Tidak heran, jika dalam sehari ia mampu menjual jaket dan rompi dilengkapi bordir berlogo NU atau sejenisnya sekitar 50 pcs. Dengan harga rata-rata Rp 220 ribu hingga Rp 250 ribu. ’’Itu untuk jaketnya saja. Belum pernak-pernik yang lain. Seperti logo, topi, dan aksesori muktamar,’’ tukas Ridwan. 

BERJAJAR: Ratusan stan UMKM jadi jujukan muktamirin dan pengunjung Muktamar ke-35 NU, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
BERJAJAR: Ratusan stan UMKM jadi jujukan muktamirin dan pengunjung Muktamar ke-35 NU, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Ekonomi di Lingkungan Pesantren Bergeliat

Sementara itu, Ketua Organizing Commitee (OC) Muktamar ke-35 NU KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan, gelaran muktamar di PPBU Tambakberas, Jombang, tersebut tentu memberikan dampak secara ekonomi. Baik bagi warga di sekitar pesantren, UMKM, maupun peserta expo dan bazar. 

’’Tentu muktamar ini juga menghidupkan jalan-jalan di Tambakberas, dengan lebih dari 1.000 stan UMKM,’’ katanya saat menyampaikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 NU di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, PPBU Tambakberas, Jombang, Senin (31/8). Stan-stan tersebut terbagi di kawasan utama expo dan bazar, di lingkungan pesantren, jalan perkampungan, hingga meluber di sepanjang jalan raya penghubung Jombang-Lamongan. 

Menteri Sosial (Mensos) ini menegaskan, berkah muktamar ini memang cukup memberikan dampak ekonomi bagi UMKM dan masyarakat luas. ’’Mereka hari ini sangat gembira, karena Bapak Presiden telah memberikan perhatian khusus kepada para pelaku UMKM,’’ tandasnya. Sehingga, lanjut Gus Ipul, sektor perekonomian yang ada selama lima hari muktamar cukup bergeliat dan memberikan dampak positif bagi keberlangsung ekonomi daerah maupun nasional. (ris/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
muktamar di jombang muktamar 35 nu UMKM Lokal stan umkm