Dini Hari, Kotak Suara Usulan AHWA Dipindah

Moch. Chariris • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:46 WIB
DIJAGA KETAT: Tim SIGAP memboyong kotak suara usulan AHWA dari gedung MTs BU ke kediaman Ketua Umum Pengasuh PPBU Tambakberas, Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh, Kamis (28/8) dini hari. (Chariris/JPRM)
DIJAGA KETAT: Tim SIGAP memboyong kotak suara usulan AHWA dari gedung MTs BU ke kediaman Ketua Umum Pengasuh PPBU Tambakberas, Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh, Kamis (28/8) dini hari. (Chariris/JPRM) 

-         Demi Keamanan dan Menjaga Netralitas

-         Dini Hari Diboyong ke Kediaman Gus Rozaq 

JOMBANG - Steering Commitee (SC) dan Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan untuk memindahkan enam kotak suara berisi surat rekomendasi usulan nama Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) ke tempat yang lebih aman dan transparan, Kamis (28/8) dini hari. Semula penyimpanan enam kotak ditempatkan di enam ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum (MTs BU). Tepat pukul 01.13 WIB, SC dan OC resmi memboyongnya ke tempat baru. Yakni di kediaman Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq).

Pemilihan lokasi penyimpanan di sisi utara Masjid Jamik PPBU Tambakberas ini atas pertimbangan keamanan, netralitas, dan bisa diawasi oleh semua pihak. ’’Pertimbangannya, dari segi pengamanan. Oleh beberapa pihak, di sini dinilai sebagai tempat yang paling aman, diawasi, dan selalu dijaga tim personel keamanan pondok pesantren,’’ terang Gus Rozaq. ’’Kalau di sana (MTs BU) kan dekat jalan raya,’’ imbuhnya.

Ruang penyimpanan berukuran sekitar 3 x 5 meter tepat berada di depan teras kediaman Gus Rozaq ini dilengkapi empat CCTV (closed circuit television). Kamera-kamera pengawas itu terpasang di setiap sudut ruangan. ’’Semua CCTV terkoneksi dengan command center, sehingga semua bisa saling mengawasi,’’ paparnya.

Proses pemindahan kotak melibatkan Tim Satuan Inspeksi Pengamanan Pondok (SIGAP) PPBU Tambakberas dan divisi keamanan muktamar dilakukan secara terbuka. Satu per satu kotak berukuran sekitar 80 x 60 sentimeter (cm) berbahan kaca bening tersebut dikeluarkan dari enam ruang kelas berbeda.

Guna memastikan tidak ada kerusakan atau perubahan pada bagian konstruksi, kotak suara bertuliskan Kotak Suara Resmi Tabulasi Suara, OC dan SC lebih dulu melakukan pemeriksaan dan penyegelan.

Dari semula lubang kotak dalam kondisi tidak tersegel, kemudian disepakati ditutup lakban dan kertas putih. Pada setiap kertas yang ditempel di atas kotak diberi tanda nomor 1 hingga 6, dan ditandatangani empat orang panitia muktamar. Di antaranya Wakil Sekjen PBNU Bidang Data Informasi Nur Hidayat, Wakil Sekjen PBNU Bidang Kaderisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) A. Syarif Muhawi, serta dua orang Panlok Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, dan KH Abdullah Rif’an. ’’Dalam proses pemindahan (kotak), letak posisinya pun dipastikan sama, dengan ketika nanti akan membuka. Tidak ada pergeseran sama sekali,’’ imbuh Gus Rozaq.

Sebelumnya kotak-kotak ini sudah berisi amplop warna putih dari masing-masing Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) se-Indonesia.  Surat berisi rekomendasi nama-nama calon tim AHWA itu telah diserahkan saat registrasi peserta aktif muktamar atau muktamirin. Dalam surat rekomendasi juga dilengkapi tanda tangan Rais Syuriah dan Katib (sekretaris) dari setiap PCNU, PWNU, dan PCI.

Total surat usulan nama AHWA di enam kotak tersebut mencapai 539 surat. Rinciannya, kotak 1 berisi 95 surat usulan AHWA, kotak 2 berisi 96 surat usulan AHWA, kotak 3 dengan 92 surat usulan AHWA, kotak 4 berisi 104 surat usulan AHWA, kotak 5 dengan 80 surat usulan AHWA, dan kotak 6 berisi 72 surat usulan AHWA. Sesuai ketentuan, mereka berhak untuk mengusulkan sembilan figur untuk dicalonkan menjadi tim AHWA PBNU di Muktamar ke-35 NU, meliputi unsur masyayikh, ulama/kiai, hingga tokoh masyarakat yang dipandang mumpuni secara keilmuan maupun organisasi.

Berikutnya, nama-nama yang direkomendasikan dilakukan rekapitulasi sekaligus untuk menetapkan sembilan nama terbanyak sebagai tim AHWA PBNU. Kemudian, tim AHWA bertugas menjaring, memilih, sekaligus menetapkan satu orang sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031.

Gus Rozaq menambahkan, sedianya enam kotak tersebut baru akan dipindahkan ke lokasi sidang pleno di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, sesuai jadwal yang ditetapkan SC. ’’Yang jelas, tabulasi (rekapitulasi) nanti di tempat pleno. Di sini kita hanya mengamankan saja sampai pada saatnya sidang pleno digelar,’’ tambah Gus Rozaq.

Karenanya, ia kembali memastikan panlok akan menjamin sepenuhnya keamanan enam kotak suara itu sebelum secara resmi dibuka dalam sidang pleno. ’’Kalau di sana (MTs BU) kan dekat jalan raya. Di sini insya Allah dengan pengamanan tim pondok pesantren, selama 24 jam nonstop kita mampu menjaga amanah ini sampai pada saat sidang pleno,’’ paparnya. (ris/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
muktamar di jombang muktamar 35 nu kotak usulan ahwa ahwa muktamar