Sukseskan Muktamar NU, Kemenag Kabupaten Mojokerto Galang Aksi Wakaf Uang dan Gema Sajadah

Farisma Romawan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:45 WIB
AKSI NYATA: Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin bersama relawan Gema Sajadah hadir saat pembukaan Muktamar NU ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, kemarin (27/8). (dok Kemenag Kabupaten Mojokerto for JPRM)
AKSI NYATA: Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin bersama relawan Gema Sajadah hadir saat pembukaan Muktamar NU ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, kemarin (27/8). (dok Kemenag Kabupaten Mojokerto for JPRM)

KABUPATEN - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto ikut berkontribusi mendukung penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang. Tidak sekadar hadir dalam pembukaan, jajaran pimpinan beserta relawan juga menyokong sejumlah aksi nyata selama konferensi tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut yang dibuka mulai kemarin hingga Senin (31/8) mendatang.

Sejumlah aksi tersebut yakni meluncurkan Gerakan Wakaf Uang menuju Indonesia Emas 2045 (Giwang Emas 2045) serta Gerakan Bersama-Sampah jadi Sedekah (Gema Sajadah) yang bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Jatim serta Kemenag Jombang. ’’Muktamar NU adalah perhelatan penting bagi kebangsaan dan keumatan. Kami tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi juga membawa kemanfaatan konkret melalui program wakaf uang serta aksi bersih-bersih personel Gema Sajadah,’’ terang Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin.

Dalam aksi nyatanya, Kemenag ikut mendukung program wakaf uang tunai yang digelorakan di arena muktamar. Hingga saat ini, donasi yang berhasil dihimpun dari kesadaran dan keikhlasan para pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Mojokerto telah menembus angka Rp 350 juta. ’’Nilai manfaat dari uang wakaf tersebut akan digunakan untuk mendukung program-program kemaslahatan Kemenag baik di bidang sosial, keagamaan, dan pendidikan,’’ tambahnya.

Selain itu, Muttakin juga menegaskan partisipasi Kemenag dalam membantu kelancaran agenda besar umat Nahdliyin. Yakni, dengan mengirim 6 personel sebagai relawan Gema Sajadah yang bersinergi dengan Kemenag Jombang dan panitia lokal muktamar. Mereka akan mengelola dan membersihkan sampah secara bersama-sama di arena muktamar.

Gerakan tersebut sekaligus membawa pesan moral tentang ekoteologi, yakni membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. ’’Kita ada 6 personel yang menjadi relawan Gema Sajadah. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi peserta muktamar,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
muktamar di jombang muktamar 35 nu kemenag kabupaten mojokerto