IKHTIAR mencetak generasi emas digencarkan Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto. Salah satunya melalui Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di MAN 1 Mojokerto, Kecamatan Mojosari, Senin (24/8).
Dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin beserta jajaran, tak kurang 270 siswa MAN 1 mengikuti program dalam rangka mencegah pernikahan dini. Serta, membentuk karakter remaja yang sehat, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qu’ran.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami tentang masa remaja sebagai fase penting dalam mempersiapkan masa depan. Pendidikan, pengembangan potensi diri, pembentukan karakter, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijak menjadi bekal penting sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
’’Salah satu tujuan utama BRUS adalah menekan angka perkawinan anak. Remaja diberikan pemahaman bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang. Bukan hanya usia. Tetapi juga kesiapan fisik, mental, emosional, sosial, ekonomi, dan spiritual,’’ ujar Muttakin dalam sambutannya.
Karena itu, kata dia, masa remaja perlu diisi dengan belajar, mengembangkan potensi demi meraih cita-cita, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan dewasa. Beberapa contoh kasus sempat diutarakan, seperti seorang siswa SMP di salah satu kecamatan yang mengalami kehamilan dan akhirnya harus mengajukan dispensasi kawin (diska) ke Pengadilan Agama.
Menurut Muttakin, persoalan seperti ini harus dicegah sejak awal. ’’Karena itu, remaja perlu didorong untuk tidak terburu-buru menikah sebelum benar-benar siap,’’ imbuhnya.
Muttakin menambahkan, BRUS juga menjadi bagian dari ikhtiar Kemenag jelang perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, 27-31 Agustus besok. Momentum Muktamar NU di Jombang bukan hanya menjadi peristiwa penting bagi Nahdliyin. Tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa berbagai persoalan sosial-keagamaan di masyarakat terus direspons melalui program-program nyata. ’’Kemenag hadir di ruang-ruang pendidikan. Para penyuluh agama, penghulu, fasilitator BRUS, dan jajaran KUA bergerak memberikan edukasi kepada generasi muda,’’ tandasnya.
Muttakin juga menegaskan komitmennya dalam berkontribusi pencegahan stunting. Dan BRUS, menjadi bagian dari kontribusi pencegahan tersebut. Di mana, edukasi kesehatan turut diberikan agar para remaja memahami pentingnya gizi, kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, pengelolaan emosi, serta kesiapan membangun keluarga.
Dengan demikian, pencegahan stunting tidak dimulai ketika mereka sudah menjadi orang tua. Tapi bisa dimulai dari remaja dengan pengetahuan dalam mempersiapkan masa depan. ’’Menyambut Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kemenag berikhtiar dan berkontribusi membangun generasi yang sehat, berkarakter, religius, dan siap menjadi generasi penerus bangsa,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto