Tim Relawan PCNU Kabupaten Mojokerto Antisipasi Membeludaknya Kehadiran Nahdliyin di Muktamar 35 NU

Moch. Chariris • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:33 WIB

 

SAMBUT MUKTAMAR: Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Mojokerto KH Muhammad Ahdal Sidqulloh Amin (kiri) bersama kader membersihkan kaligrafi logo NU berbahan kayu, di kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, Senin (24/8). (Chariris/JPRM)
SAMBUT MUKTAMAR: Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Mojokerto KH Muhammad Ahdal Sidqulloh Amin (kiri) bersama kader membersihkan kaligrafi logo NU berbahan kayu, di kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, Senin (24/8). (Chariris/JPRM) 

Kebutuhan Logistik Tim Relawan Ditampung di Dapur Umum

KABUPATEN - Tim Relawan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bentukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto mulai memetakan potensi kehadiran Nahdliyin asal bumi Majapahit ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang. Selain terkait jumlah kehadiran, pemetaan ini sekaligus untuk memastikan penugasan dalam mendukung kesuksesan muktamar bersama panitia lokal (panlok).

’’Sampai hari ini (kemarin, Red) ghirah Nahdliyin dari Kabupaten Mojokerto antusiasmenya cukup tinggi. Oleh karenanya kita akan memetakan jumlah kehadiran dan penugasan relawan di lapangan,’’ kata Ketua Tim Relawan Muktamar ke-35 NU Khoirul Amin, kemarin (24/8).

Memang, sejak PCNU mengeluarkan instruksi agar para pengurus dan kader turut meramaikan muktamar selama lima hari, 27-31 Agustus 2026, pendataan tingkat kehadiran masih berjalan dinamis. Masing-masing melibatkan pengurus cabang, badan otonom (banom), lembaga, 18 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga 304 pengurus ranting (desa/kelurahan).

Di mana, masing-masing jajaran kepengurusan serentak mengimbau kepada anggota, kader, dan Nahdliyin agar turut berpartisipasi menyukseskan muktamar. Baik nanti tergabung dalam tim relawan kebersihan dan lingkungan hidup (KLH), penempatan di posko relawan, hingga dapur umum.

Khoirul Amin menjelaskan, kendati hingga saat ini belum bisa dipastikan, namun ia memprediksi, setiap MWCNU bakal mengerahkan minimal 300 hingga 500 Nahdliyin per hari. ’’Asumsinya segitu. Dan ini masih terus dilakukan update data sampai H-1 pembukaan muktamar (27 Agustus 2026),’’ tandas Wakil Bendahara PCNU Kabupaten Mojokerto ini.

Prediksi tingginya kehadiran Nahdliyin dari MWCNU tersebut menuntut kepanitiaan tim relawan mengambil langkah antisipasi. Utamanya dalam hal menyiapkan kebutuhan logistik selama di PPBU Tambakberas. ’’Yang kami siapkan memang sebanyak 1.000 porsi paket makanan dan minuman (mamin) per hari. Tetapi, karena potensi jemaah yang hadir bisa membeludak, ini yang harus segera kita antisipasi,’’ imbuhnya.

Langkah antisipatif tersebut dengan terus menjalin koordinasi bersama MWCNU, lembaga, dan banom yang mendapat tugas mengoordinir jemaah. Di samping dukungan tenaga, mereka juga diminta membantu ketersediaan logistik untuk menyuplai dapur umum yang dipusatkan di kantor PCNU. ’’Sedianya untuk bahan pokok sudah menganggarkan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika nanti dibutuhkan tambahan. Ini yang sedang kami komunikasikan,’’ papar Amin.

Sejauh ini, bahan baku logistik telah disediakan dan tinggal mengirimkan ke PCNU. Itu seperti beras sebanyak 4 kuintal, minyak goreng, gula, bumbu dapur, sayuran, air minum, kopi, polo pendem, hingga 1.000 ekor ikan lele. ’’Kalaupun nanti dirasa kurang, kita tinggal menambah,’’ jelasnya.

Oleh sebab itu, panitia relawan muktamar akan menyampaikan potensi membeludaknya Nahdliyin dalam acara muktamar tersebut kepada jajaran PCNU untuk segera disikapi. ’’H-1 pendataan harus selesai. Kalau pun nanti membeludak kita akan menyampaikan kepada pimpinan PCNU, seperti apa arahan beliau,’’ tukas Amin. (ris/fen)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
muktamar nu muktamar di jombang muktamar 35 nu tim relawan pcnu kabupaten mojokerto