Kolaborasi Universitas Islam Majapahit (UNIM), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), dan Pemerintah Desa Sidomulyo, Selasa (11/8).
JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan modernisasi sektor pertanian desa, tim pengabdian Universitas Islam Majapahit (UNIM) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Universitas Islam Majapahit (UNIM), Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), dan Pemerintah Desa Sidomulyo, Selasa (11/8). Program tersebut didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, Skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan dosen pendamping, mahasiswa, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat sebagai mitra dalam penerapan teknologi dan pengembangan potensi lokal desa.Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Anita SP., M.Agr, dengan anggota Soffa Zahara ST., MT dan Yusuf Kholil, Sp., M.Agr. Melalui sinergi tersebut, dua mitra lokal utama, yaitu TP-PKK Desa Sidomulyo dan Gapoktan Desa Sidomulyo, memperoleh berbagai intervensi teknologi, pelatihan, dan pendampingan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.Dorong UMKM Produk Lokal Bersama TP-PKK Kepada TP-PKK Desa Sidomulyo, tim pengabdian menyerahkan bantuan hibah berupa satu set mesin pengolah dan penepung pangan, yang terdiri atas mesin oven, mesin pemotong, dan diskmill. Peralatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, serta kualitas dan higienitas pengolahan berbagai produk pangan berbasis sumber daya lokal.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengolah hasil pertanian menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Selain bantuan peralatan, anggota TP-PKK Desa Sidomulyo juga mendapatkan penguatan kapasitas melalui pelatihan digital marketing. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk UMKM, sehingga produk lokal Desa Sidomulyo memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.Di sektor pertanian, kerja sama dengan Gapoktan Desa Sidomulyo difokuskan pada pemanfaatan limbah sisa hasil panen sebagai bahan baku pupuk organik atau kompos. Melalui pelatihan dan pendampingan, petani dibekali keterampilan mengolah limbah pertanian dengan dukungan hibah mesin pencacah untuk mempercepat proses pengolahan, mengurangi pembakaran limbah, dan mendukung pertanian berkelanjutan.Selain pengolahan limbah, program pemberdayaan juga menghadirkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan pertanian. Perangkat IoT dipasang langsung di area persawahan Desa Sidomulyo untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara real-time. Sistem tersebut dapat merekam sejumlah parameter penting, antara lain suhu, kelembapan udara, kelembapan tanah, dan kecepatan angin.Data yang diperoleh dari perangkat tersebut dapat menjadi sumber informasi bagi petani dalam memahami kondisi lahan dan lingkungan secara lebih akurat. Informasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung sistem peringatan dini (early warning system) sehingga petani memiliki dasar informasi yang lebih baik dalam menentukan waktu tanam, melakukan pemeliharaan tanaman, hingga mempersiapkan kegiatan panen. "Kami sangat berterima kasih atas kepedulian para akademisi dan mahasiswa. Kami berharap kegiatan hibah ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian warga Desa Sidomulyo," ujar Karsono, Kepala Desa Sidomulyo.Senada dengan hal tersebut, Anita, Sp., M.Agr selaku Ketua Tim Pelaksana menegaskan komitmennya dalam mengawal keberlanjutan hasil program.“Melalui transfer teknologi dan pemanfaatan IoT pertanian, kami berharap masyarakat mampu mengembangkan teknologi tersebut secara berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Desa Sidomulyo,” ungkapnya. Kolaborasi antara UNIM, UNITRI, Pemerintah Desa Sidomulyo, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya desa yang semakin mandiri, inovatif, dan berdaya saing dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. (oce) Editor : Imron Arlado