Menjaga Merah Putih Tetap Berkibar

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 09:41 WIB
BERKAH KEMERDEKAAN: Perajin bendera merah putih di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, mengerjakan pesanan, kemarin (30/7). (Sofan JPRM)
BERKAH KEMERDEKAAN: Perajin bendera merah putih di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, mengerjakan pesanan, kemarin (30/7). (Sofan JPRM)

KOTA - Deru mesin jahit saling bersahutan di sebuah rumah di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (30/7). Menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang, aktivitas di kediaman Suboko, 69, meningkat dari biasanya. 

Tumpukan kain merah putih dan umbul-umbul aneka warna memenuhi sudut ruangan, siap dikirim ke berbagai daerah. Suboko bukan orang baru dalam dunia konfeksi atribut perayaan kemerdekaan ini. 

Ia menekuni usaha kerajinan bendera dan umbul-umbul sejak 20 tahun lalu. Pengalaman panjang membuat namanya menjadi jujukan para pedagang bendera dan umbul-umbul saat momen perayaan hari kemerdekaan. 

Dibantu keluarga dan tetangga sekitar, Suboko menyelesaikan pesanan. Baginya usaha rumahan yang ditekuni selama puluhan tahun tersebut memiliki misi sosial tersendiri. ”Alhamdulillah, usaha rumahan ini mampu memberi lapangan pekerjaan, minimal bagi anak-anak saya dan para tetangga,” tuturnya, kemarin (30/7). 

Nunik Hanani, salah satunya. Demi membantu sang ayah, ia rela libur sementara mata pencaharian utamanya sebagai penjual makanan. ”Saya sampai berhenti sementara dari aktivitas sehari-hari sebagai pedagang makanan. Semua dilakukan demi memenuhi target pesanan bendera yang harus segera dikirim,” terangnya sembari menjahit. 

KONSISTEN: Suboko menunjukkan hasil karya kerajinan bendera merah putih di rumahnya di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, kemarin (30/7). Selain bendera, ia juga melayani pesanan umbul-umbul berbagai jenis ukuran.
KONSISTEN: Suboko menunjukkan hasil karya kerajinan bendera merah putih di rumahnya di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, kemarin (30/7). Selain bendera, ia juga melayani pesanan umbul-umbul berbagai jenis ukuran.

Meski masih tampak sibuk mengerjakan pesanan, Suboko tidak menampik adanya perubahan pasar yang cukup drastis. Jumlah pesanan yang masuk tahun ini ternyata tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Dalam dua tahun terakhir, ia mengaku merasakan penurunan omzet akibat sepinya orderan. Fenomena ini menurutnya merupakan imbas dari melemahnya kondisi ekonomi secara umum. 

”Dua tahun ini jujur sepi orderan karena daya beli masyarakat menurun. Saya rasa ini tidak hanya terjadi di sektor UMKM saja, tapi memang terjadi di semua sektor bidang usaha,” imbuh Suboko. Untuk menyiasati situasi tersebut, ia tetap mempertahankan harga agar produknya tetap terjangkau oleh semua kalangan. Atribut kemerdekaan yang diproduksi dijual dengan harga yang bervariasi. 

Masyarakat bisa membeli mulai dari harga termurah Rp 2.500 untuk ukuran kecil atau pelengkap hiasan, hingga Rp 130 ribu  untuk bendera besar dan umbul-umbul dengan detail khusus. Harga merakyat ini menjadi upaya Suboko menjaga napas usahanya sekaligus memastikan merah putih tetap berkibar di tengah sulitnya ekonomi. (fan/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
perajin bendera sang saka merah putih bendera merah putih