Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Khofifah Dorong Transformasi Dakwah lewat Teknologi Digital

Fendy Hermansyah • Selasa, 14 Juli 2026 | 19:55 WIB
Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama pengurus dan anggota Muslimat se-Jawa Timur dalam acara Silahturrahim Hidmat & IHM Muslimat NU Jawa Timur, di Kota Batu, Sabtu (11/7/2026). ANTARA/Ananto Pradana
Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama pengurus dan anggota Muslimat se-Jawa Timur dalam acara Silahturrahim Hidmat & IHM Muslimat NU Jawa Timur, di Kota Batu, Sabtu (11/7/2026). ANTARA/Ananto Pradana

KOTA BATU - Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mendorong transformasi dakwah dari bentuk konvensional atau langsung ke arah pemanfaatan teknologi digital agar relevan dengan zaman.

Khofifah seusai menghadiri Silahturrahim Hidmat & IHM Muslimat NU Jawa Timur, di Kota Batu, Sabtu, menjelaskan, dakwah dengan format digital akan lebih mudah diakses oleh masyarakat, tanpa terbatas lokasi dan waktu.

"Para bu nyai itu sebetulnya memiliki keinginan melakukan transformasi dari dakwah secara konvensional ke dakwah secara digital, lalu saya selalu mendiskusikan ini karena sudah pasti bisa diakses 24 jam dimana dan kapan saja," kata Khofifah.

Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur menyampaikan sebenarnya sistem dakwah digital sudah pernah dilakukan semasa pandemi COVID-19, saat itu para anggota Muslimat banyak yang mengikuti pelatihan mandiri tetapi dalam prosesnya pelaksanaan perlu untuk terus diberikan pendalaman.

"Transformasi, kalau saya bilang berhijrah gitu ya," ucapnya.

Peningkatan kapasitas akan mendorong pendakwah menghadirkan banyak inovasi dalam metode dakwah digital, misalnya membuat konten berformat kartun dalam menyampaikan pesan keagamaan maupun keilmuan kepada anak-anak.

Lalu, memiliki kemampuan dalam menyesuaikan kelompok yang akan disasar materi dakwah.

Kemudian, lanjutnya, pengetahuan soal pemanfaatan teknologi digital sebagai media dakwah dan pemahaman terhadap sebuah tren maupun keresahan, dikatakannya mampu menghadirkan peluang lebih mendekatkan pendakwah dengan kalangan generasi Z.

"Teman-teman harus menyentuh kebutuhan gen Z, misal penggunaan bahasanya sehingga ada harapan baru. Terus apabila ada yang susah mendapatkan pekerjaan disentuh dengan motivasi," ujar dia.

Terkait kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI), dikatakan oleh dia sebagai sebuah keniscayaan yang harus dipandang sebagai saran dalam meningkatkan produktivitas dan membangun pemikiran objektif dalam pemanfaatannya.

Khofifah menyatakan AI memang menghadirkan kemudahan bagi masyarakat tetapi perlu kewaspadaan dalam penggunaannya sehingga tak sampai menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Kalau dipakai untuk kebenaran jelas tidak ada persoalan, jadi jangan dimanfaatkan menyebarkan hoaks maupun mencederai harkat dan martabat manusia siapa pun itu orangnya," tutur dia.

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : ANTARA
pemprov jatim gubernur jawa timur gubernur khofifah Muslimat NU