Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

MWC NU Pacet Gelar Konferensi XI, Teguhkan Komitmen Merawat Jamaah dan Memperkokoh Jam'iyah

Indah Oceananda • Senin, 13 Juli 2026 | 22:49 WIB
SIDANG PLENO: Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pacet menggelar konferensi yang dihadiri pengurus ranting NU se-Kecamatan Pacet, Minggu (12/7).
SIDANG PLENO: Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pacet menggelar konferensi yang dihadiri pengurus ranting NU se-Kecamatan Pacet, Minggu (12/7).

PACET - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pacet, Kabupaten Mojokerto resmi mengggelar konferensi XI di aula Graha NU Pacet, Minggu (12/7) pagi. Acara yang dihadiri pengurus ranting NU se-Kecamatan Pacet ini mengusung tema "Merawat Jamaah, Memperkokoh Jam’iyah".

Diawali pidato iftitah Rais Syuriah MWC NU Pacet KH. Abdul Jamil, rangkaian kegiatan menampilan paduan suara Ansor-Fatayat NU Pacet, pembacaan ayat suci Alquran oleh aktivis Ansor Muhammad Rifai, dan salawat mahallul qiyam. Dalam sambutannya, Plt Camat Pacet Joko Wijayanto mengapresiasi peran NU di Pacet. "Saya bangga sebagai warga NU yang ditugasi Bupati. Pacet punya dua ikon, pondok pesantren dan wisata yang menjadi motor penggerak UMKM. NU punya peran besar di dalamnya," ujarnya. 

Sementara, Ketua Tanfidziyah MWC NU Pacet Ustaz Agus Santoso menekankan pentingnya menjaga sejarah organisasi. "Jangan lupakan sejarah. Mari istiqamah mengikuti konferensi agar terpilih kepengurusan yang lebih baik," tuturnya.

Sidang pleno pun berjalan dalam empat tahap, mulai dari pembahasan tata tertib, rekomendasi dan program, LPj, hingga pemilihan kepengurusan. Hasilnya, KH. Abdul Jamil kembali terpilih sebagai Rais Syuriah dan Ustaz Agus Santoso kembali terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Pacet.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Mojokerto Abdul Muchid menegaskan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmah. "Tidak harus struktural untuk diakui sebagai murid Hadratussyaikh. Yang penting ikhlas khidmah. PCNU juga akan menginisiasi usaha bersama AMDK yang melibatkan semua lini NU," ucapnya.

Konferensi ditutup menjelang senja dengan harapan besar agar keputusan yang dihasilkan benar-benar hidup di masyarakat. Bagi NU, jabatan hanyalah wasilah untuk memastikan masjid tetap hidup, majelis taklim ramai, dan kader terus tumbuh. "Ketika jamaah dirawat dengan kasih sayang, jam’iyah akan semakin kokoh. Dan ketika jam’iyah kokoh, NU akan terus menjadi tempat berlabuh sekaligus cahaya yang menerangi masyarakat," tandasnya sembari menutup konferensi XI MWC NU Pacet dengan nuansa berkhidmah tanpa lelah dan menjaga warisan para muassis. (oce)

Editor : Rizal Amrulloh
Nahdlaltul Ulama pacet mojokerto