TUBAN - Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan kerja meninjau progres pembangunan Markas Komando (Mako) Batalyon Infanteri (Yonif) TP 932/SB di Kabupaten Tuban, Jumat (10/7).
Kehadiran Danrem 082/CPYJ bersama jajaran Kodam V/Brawijaya menjadi bagian dari dukungan komando kewilayahan terhadap percepatan pembangunan satuan baru TNI Angkatan Darat yang diproyeksikan memperkuat sistem pertahanan sekaligus mendukung pembangunan wilayah.
Setibanya di lokasi, Menteri Pertahanan menerima laporan resmi dari Komandan Yonif TP 932/SB Letkol Inf. M. Hafidz Wahidiyas, dilanjutkan paparan mengenai perkembangan pembangunan pangkalan.
Dalam paparannya disampaikan, Yonif TP 932/SB dibangun di atas lahan seluas 56,5 hektare. Area markas seluas 42,5 hektare telah mencapai progres pembangunan sekitar 70 persen dalam waktu sembilan minggu. Selain itu, kawasan satuan juga dilengkapi area pertanian seluas 5 hektare yang telah ditanami padi dan jagung, serta area peternakan seluas 3 hektare untuk pengembangan kambing, ayam, bebek, dan mentok.
Saat ini, Yonif TP 932/SB diperkuat 623 personel yang terdiri atas 17 perwira, 182 bintara, dan 424 tamtama atau sekitar 52 persen dari Tabel Organisasi dan Peralatan (TOP).
Dalam paparannya, Danyonif TP 932/SB menyampaikan harapan agar keberadaan satuan tersebut turut memberikan manfaat bagi masyarakat. ’’Harapan kami, kehadiran Yonif TP 932/SB di Kabupaten Tuban ini mampu membantu pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tingkat desa maupun daerah melalui swasembada pangan,’’ ujar Danyonif TP 932/SB.
Usai menerima paparan, Menteri Pertahanan memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Yonif TP 932/SB. Dalam arahannya, Menhan menekankan pentingnya profesionalisme prajurit serta menjaga jati diri TNI sebagai alat pertahanan negara. ’’Untuk kalian prajurit, keringat kalian digunakan untuk dua hal: keringat yang pertama untuk kesehatan kalian, dan keringat yang kedua untuk membela bangsa dan Negara Indonesia. Keringat kalian bukan untuk kepentingan politik atau bisnis, tapi keringat kalian murni untuk membela NKRI. Terus kompak sesama prajurit, kalian adalah prajurit Bhinneka Tunggal Ika, kalian adalah Prajurit TNI-AD,’’ ujarnya.
Menhan juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pelaksana proyek agar keberadaan Yonif TP 932/SB mampu memperkuat keamanan wilayah sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Yonif TP 932/SB diproyeksikan menjadi satuan pemukul dengan tingkat kesiapan tinggi dalam menghadapi berbagai potensi ancaman serta mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Sebagai bentuk dukungan terhadap satuan baru tersebut, Menteri Pertahanan menandatangani buku pesan dan kesan, kemudian dilanjutkan sesi berfoto bersama seluruh prajurit.
Usai rangkaian kegiatan di Tuban, Menteri Pertahanan beserta rombongan bertolak menggunakan helikopter menuju Kabupaten Bojonegoro untuk melanjutkan kunjungan kerja di Brigif TP 33/NS dan Markas Yonif TP 885/BP.
Dalam kunjungan tersebut, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo mendampingi Menteri Pertahanan bersama jajaran pejabat TNI dan Kementerian Pertahanan, antara lain Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustaf, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, serta unsur Forkopimda Kabupaten Tuban. (*)
Editor : Fendy Hermansyah