Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Siap Dukung Transformasi Energi Nasional

Fendy Hermansyah • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (ketiga dari kiri) saat menghadiri implementasi mandatori Biodiesel B50 yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (ketiga dari kiri) saat menghadiri implementasi mandatori Biodiesel B50 yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)

 

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan pemerintah provinsi setempat mendukung akselerasi transformasi energi nasional melalui implementasi mandatori Biodiesel B50 yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

"Jawa Timur siap menjadi bagian penting dalam akselerasi transisi energi nasional. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami optimistis implementasi B50 akan semakin memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan," katanya dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Khofifah mengatakan peluncuran B50 merupakan langkah besar menuju kedaulatan energi nasional karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

"Peluncuran B50 merupakan langkah besar menuju kedaulatan energi nasional. Kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki bangsa sendiri," ujar Khofifah.

Menurut dia, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat industri, manufaktur, perdagangan, dan logistik nasional sehingga siap mendukung rantai pasok biodiesel, mulai dari distribusi, pemanfaatan, hingga pengembangan industri pendukung.

“Jawa Timur memiliki seluruh modal untuk menjadi penggerak akselerasi energi berbasis biodiesel. Sebagai pusat industri dan logistik nasional, kami siap memastikan implementasi B50 berjalan optimal di daerah," katanya.

Khofifah menilai keberhasilan implementasi B50 memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), dunia usaha, akademisi, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

"Sinergi pemerintah, dunia usaha, BUMN, akademisi, dan masyarakat akan menjadi kunci agar manfaat B50 tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan pemanfaatan biodiesel akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional, antara lain menekan impor solar, menghemat devisa negara, memperkuat hilirisasi industri berbasis kelapa sawit, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Semangat yang dibangun melalui B50 bukan sekadar menghadirkan bahan bakar alternatif, tetapi membangun kemandirian bangsa. Ketika kebutuhan energi semakin banyak dipenuhi dari sumber daya dalam negeri, maka ketahanan ekonomi nasional juga akan semakin kuat," ujarnya.

Khofifah mengatakan Jatim telah memiliki ekosistem industri yang mampu menopang percepatan transisi energi melalui kawasan industri, jaringan pelabuhan, infrastruktur logistik, serta sektor transportasi dan manufaktur yang berkembang.

"B50 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan solusi energi yang berbasis pada kekuatan nasional. Ini bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang penguatan industri, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan peluncuran mandatori Biodiesel B50 merupakan tonggak penting menuju kemandirian energi Indonesia. Program tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 44,46 juta ton karbon dioksida (CO₂) pada 2026.

"Ini adalah sebuah prestasi bagi bangsa Indonesia dan saya sangat bangga. Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki kekayaan sumber daya alam luar biasa. Karena itu, kita harus memaksimalkan potensi tersebut agar menjadi bangsa yang mandiri dalam pangan dan mandiri dalam energi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang kita cintai," tegas Presiden Prabowo.

 

Editor : Fendy Hermansyah
#jawa pos radar mojokerto award 2026 #transformasi energi nasional #gubernur khofifah #gubernur jatim