SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur membukukan komitmen transaksi Rp1.066.031.400.000 dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Riau di Pekanbaru, Rabu, atau meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan capaian tahun 2020.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemitraan ekonomi antardaerah yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha.
"Untuk tahun 2026 ini merupakan misi dagang yang kelima. Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama," ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur.
Nilai transaksi sebesar Rp1.066.031.400.000 terdiri atas penjualan dari Jawa Timur senilai Rp704.881.400.000 dan pembelian dari Provinsi Riau sebesar Rp361.150.000.000.
Capaian tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Riau pada 5 Maret 2020 yang menghasilkan komitmen transaksi Rp362,12 miliar.
Khofifah menegaskan misi dagang bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan antardaerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok nasional, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
"Misi dagang ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan," katanya.
Komoditas yang dipasarkan Jawa Timur meliputi olahan daging unggas dan sapi, susu, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, rokok, pakan ikan, pakan udang, benur, pupuk, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, dan produk pangan olahan.
Sementara itu, Jawa Timur memperoleh pasokan dari Riau berupa udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, dan sirip teripang kering.
Khofifah mengatakan kebutuhan pulp di Jawa Timur masih didominasi pasokan dari Riau sehingga hubungan perdagangan kedua provinsi saling melengkapi.
"Kebutuhan pulp di Jawa Timur sangat tinggi. Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Provinsi Riau. Karena itu secara perdagangan kita memang masih mengalami defisit terhadap Riau. Namun kondisi ini justru menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya peluang untuk terus memperluas perdagangan dua arah yang semakin seimbang," ujarnya.
Khofifah menambahkan transaksi yang tercapai melalui forum business matching diharapkan berkembang menjadi kemitraan usaha jangka panjang yang memperkuat rantai pasok nasional.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga memaparkan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,96 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Secara kumulatif selama periode 2019-2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 52 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi Rp40,21 triliun dari 2.250 transaksi yang melibatkan 2.602 pelaku usaha.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan Misi Dagang Jawa Timur-Riau menjadi momentum memperkuat sinergi perdagangan, memperluas investasi, dan membangun kemitraan usaha berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi.