’’Saya mengajak masyarakat Jatim, manfaatkan bus Trans Jatim untuk memudahkan mobilitas bersama keluarga. Insya Allah bus Trans Jatim akan terus mengoneksikan antardaerah di Jawa Timur sekaligus melakukan berbagai inovasi di setiap launching koridor baru bus Trans Jatim,’’
Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur
Transportasi publik menjadi salah satu prioritas pembangunan yang terus didorong Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menghadirkan Trans Jatim sebagai solusi mobilitas masyarakat yang modern, aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi antardaerah.
BAGI Khofifah, keberadaan Trans Jatim bukan sekadar menyediakan layanan angkutan massal, tetapi menjadi penggerak konektivitas yang mempercepat aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga membuka akses menuju kawasan wisata di berbagai daerah. ’’Sejak awal bus Trans Jatim, kami ingin melayani mobilitas masyarakat yang bekerja termasuk para siswa dan santri. Selain itu, menjangkau beberapa destinasi wisata yang ada di Jatim,’’ ujar Khofifah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penambahan koridor secara bertahap. Hingga kini, Trans Jatim telah menghubungkan berbagai kawasan strategis di Jatim, termasuk wilayah Gerbangkertosusila, Pantura Lamongan, hingga Malang Raya. Kehadiran setiap koridor baru bukan sekadar memperluas rute layanan, tetapi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.
Saat meresmikan Trans Jatim Koridor Malang Raya, Khofifah menegaskan, pengembangan transportasi publik merupakan bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya misi Jatim Akses, yang bertujuan memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat. ’’Mudah-mudahan bisa membangun konektivitas dan mobilitas lebih aman, lebih nyaman, dan lebih murah,’’ ungkapnya.
Transformasi layanan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Masyarakat kini dapat membeli tiket secara daring, memantau posisi bus secara real time, mengetahui halte terdekat, hingga memperoleh berbagai informasi perjalanan melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib 2.0. Bahkan, inovasi pembayaran terus dikembangkan melalui QRIS Tap dan berbagai metode pembayaran digital lainnya.
Tak hanya mengangkut penumpang, Trans Jatim juga menghadirkan inovasi TRADISI (Trans Jatim Ekspedisi) yang melayani pengiriman barang ringan antarkoridor. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa transportasi publik juga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. ’’Trans Jatim terus melakukan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,’’ kata Khofifah.
Keberhasilan Trans Jatim tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah koridor maupun armada. Yang lebih penting adalah semakin terbukanya akses masyarakat terhadap layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Dengan tarif Rp 5.000 bagi masyarakat umum serta Rp 2.500 bagi pelajar dan santri, layanan ini menjadi alternatif transportasi yang semakin diminati.
Khofifah pun terus mengajak masyarakat menjadikan Trans Jatim sebagai pilihan utama dalam beraktivitas sehari-hari. ’’Saya mengajak masyarakat Jatim, manfaatkan bus Trans Jatim untuk memudahkan mobilitas bersama keluarga. Insya Allah bus Trans Jatim akan terus mengoneksikan antardaerah di Jawa Timur sekaligus melakukan berbagai inovasi di setiap launching koridor baru bus Trans Jatim,’’ ajaknya.
Di bawah kepemimpinan Khofifah, Trans Jatim juga memperoleh berbagai penghargaan nasional dan menjadi model transportasi publik yang direplikasi sejumlah provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia. Capaian tersebut mempertegas bahwa transformasi transportasi publik di Jatim tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi referensi pengembangan transportasi massal di berbagai daerah. ’’Jadi ini sebetulnya kita dedikasikan untuk seluruh warga bangsa,’’ tegas Khofifah.
Melalui kepemimpinan yang visioner dan konsisten, Khofifah berhasil menjadikan Trans Jatim sebagai simbol transformasi pelayanan publik di bidang transportasi. Lebih dari sekadar layanan bus, Trans Jatim menjadi penghubung antardaerah yang memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menghadirkan mobilitas yang lebih inklusif bagi masyarakat Jatim. (fen/ris)
Editor : Fendy Hermansyah