Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah: Jawa Timur Miliki Desa Devisa Terbanyak, Harus Kita Perkuat!

Fendy Hermansyah • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:09 WIB

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menerima Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto M. Nur Kholis saat audiensi di gedung Grahadi, Surabaya, Senin (6/7). (dok Biro Adpim Setdaprov Jatim for JPRM)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menerima Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto M. Nur Kholis saat audiensi di gedung Grahadi, Surabaya, Senin (6/7). (dok Biro Adpim Setdaprov Jatim for JPRM)

SURABAYA - Ekspor selama ini identik dengan kawasan industri atau perusahaan besar. Namun di Jawa Timur, peluang menembus pasar global justru semakin banyak lahir dari desa. Berbekal komoditas unggulan, inovasi produk, serta pendampingan yang berkelanjutan, ratusan desa kini telah berkembang menjadi desa devisa.

Inilah salah satu kekuatan yang ingin terus diperluas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai desa devisa menjadi instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat sekaligus memperluas akses produk lokal ke pasar internasional.

Menurut Khofifah, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah desa devisa terbanyak di Indonesia. Saat ini tercatat sekitar 260-an desa devisa telah memperoleh pengakuan melalui pendampingan lintas kementerian dan lembaga.

’’Kita memiliki desa devisa yang jumlahnya sangat banyak. Ini merupakan potensi besar yang harus terus diperkuat. Desa tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga harus mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar ekspor, memiliki akses pembiayaan, serta terhubung dengan pasar internasional,’’ ujar Khofifah saat menerima kunjungan Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto M. Nur Kholis bersama jajaran di gedung Grahadi, Surabaya, Senin (6/7).

Konsep desa devisa tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan komoditas unggulan. Pemerintah bersama berbagai mitra melakukan pendampingan mulai dari peningkatan kualitas produk, proses produksi sesuai standar internasional, pengemasan, sertifikasi, hingga mempertemukan pelaku usaha desa dengan pasar ekspor.

Bahkan, akses terhadap pembiayaan juga menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun. Setelah produk dinyatakan layak ekspor, desa didorong memperoleh dukungan modal agar mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memenuhi permintaan pasar.

Berbagai komoditas telah berhasil dikembangkan menjadi produk ekspor, mulai dari rumput laut, hasil pertanian, kopi, kerajinan, hingga produk olahan berbasis potensi lokal. Seluruhnya menunjukkan desa memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar global apabila memperoleh pendampingan yang tepat.

Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, desa devisa bukan sekadar program peningkatan ekspor. Lebih dari itu, desa devisa menjadi instrumen untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Ke depan, DPMD Jawa Timur akan terus memperkuat kolaborasi dengan kementerian, lembaga, perbankan, dunia usaha, dan media agar semakin banyak desa mampu naik kelas menjadi desa devisa. Dengan semakin luasnya akses pasar internasional, diharapkan nilai tambah produk desa juga terus meningkat.

’’Desa memiliki potensi luar biasa. Tugas pemerintah adalah memastikan potensi itu memperoleh pendampingan hingga mampu bersaing di pasar dunia,’’ tegas Khofifah. (fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#jawa pos radar mojokerto #gubernur khofifah #gubernur jatim #desa devisa