Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Jaga Daya Beli melalui Pasar Murah

Fendy Hermansyah • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:43 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menggelar pasar murah di Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7/2026). (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menggelar pasar murah di Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7/2026). (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan pasar murah yang menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau di Kabupaten Bangkalan.

“Yang kami jaga bukan hanya stabilitas harga, tetapi juga ketenangan masyarakat. Ketika kebutuhan pokok bisa dibeli dengan harga yang lebih murah, maka ada ruang bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Di situlah pemerintah harus hadir,” ujar Gubernur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa.

Khofifah mengatakan pasar murah merupakan ikhtiar berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dan mudah dijangkau masyarakat.

“Yang prinsip adalah bagaimana Pemprov bersinergi dengan kabupaten/kota melakukan ikhtiar stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Ini merupakan program bersama yang saling menguatkan demi menjaga kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pasar murah yang digelar di depan Perumahan Grand Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, disambut antusias warga. Ratusan masyarakat mengantre sejak pagi untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyerahkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada warga lanjut usia, sedangkan anak-anak yang mendampingi orang tuanya menerima bingkisan telur sebagai dukungan pemenuhan gizi.

Selain menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam setiap penyelenggaraan pasar murah melalui koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota.

“Terlihat sederhana, tetapi bagi Pemprov ini juga menjadi bagian dari proses kurasi produk. Karena itu saya selalu mengambil sampling produk UMKM. Kalau produk ini lolos kurasi, maka akan berpeluang diikutsertakan dalam misi dagang,” ujarnya.

Ia mengatakan kurasi tersebut menjadi dasar pemetaan produk unggulan daerah agar siap memenuhi permintaan antardaerah maupun peluang ekspor.

“Kalau nanti ada permintaan dari provinsi lain bahkan peluang ekspor, kita sudah mengetahui sumber-sumber produk unggulan yang siap dipasarkan. Jadi pasar murah bukan hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi pintu pembuka pasar yang lebih luas bagi UMKM,” katanya.

Pada pasar murah itu, Pemprov Jatim menyediakan berbagai komoditas dengan harga di bawah pasar, yakni beras premium Rp14.000 per kilogram, beras SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Selanjutnya tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, dan daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Editor : Fendy Hermansyah
#pasar murah #Jaga Daya Beli #gubernur jawa timur #gubernur khofifah