JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Desa memiliki peran vital dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sebagai unit pemerintahan terkecil, desa tidak hanya menjadi tempat tinggal sebagian besar populasi, tetapi juga menjadi lokus utama pelaksanaan program pembangunan. Namun, keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kemampuan pengelolanya untuk mengomunikasikan program-program tersebut kepada masyarakat lokal maupun khalayak yang lebih luas. Untuk itu dalam menentukan ukuran keberhasilan pembangunan di desa diperlukan penilaian kolaboratif lintas kementerian, Bappenas, Kemendagri, Kemendes, dan BPS, sesuai dengan Permendes PDT Nomor 9 Tahun 2024 tentang Indeks Desa. Alat ukur ini menghasilkan 5 status Desa yaitu, Sangat Tertinggal, Tertinggal, Berkembang, Maju, dan Mandiri.
Kabupaten Mojokerto memiliki luas wilayah sebesar 969.360 km2 dan terdiri dari 299 Desa dan 5 Kelurahan yang terbagi dalam 1.171 Dusun, 2.208 Rukun Warga (RW), dan 6.975 Rukun Tetangga (RT). Hasil pengukuran yang dilakukan TPP Kemendes pada Mei 2025 desa-desa di Kabupaten Mojokerto 100 persen mencapai status Desa Mandiri. Hal ini patut mendapat apresiasi yang tinggi, sebab Kabupaten Mojokerto adalah satu-satunya Kabupaten yang berhasil mewujudkan seluruh desanya berstatus Mandiri di Jawa Timur. Memang secara kuantitatif desa terbanyak yang memperoleh status Mandiri adalah Kabupaten Bojonegoro dengan total desa berstatus Mandiri sebanyak 325 desa, akan tetapi jumlah itu adalah 84% dari total desa di Kabupaten Bojonegoro yaitu 419 desa.
Pencapaian itu tentunya bukan kerja tunggal Pemerintah Kabupaten, akan tetapi melibatkan semua unsur yang ada di dalamnya, termasuk unsur swasta dan peran media massa dalam melakukan penyadaran kepada warga desa. Kehadiran Rubrik Desa dalam Jawa Pos Radar Mojokerto adalah bentuk dukungan konkrit pada Program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang difokuskan untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, secara khusus pada poin keenam yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.
Maka dalam kesempatan ini kami menyambut baik atas inisiatif Jawa Pos Radar Mojokerto yang menyediakan rubrik desa. Sebagai media yang berfungsi menjadi saluran penyebaran informasi dapat mempercepat transformasi sosial dan ekonomi di desa. Melalui pemberitaan yang informatif dan edukatif, masyarakat desa memperoleh akses terhadap berbagai informasi penting, mulai dari kebijakan pemerintah, peluang ekonomi, inovasi pertanian, kesehatan masyarakat, hingga perkembangan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kehadiran Rubrik Desa menjadi harapan baru bagi warga desa di tengah arus informasi yang begitu cepat dan beragam. Kadang melewatkan hal-hal positif yang terjadi di desa, mulai dari kegiatan masyarakatnya ataupun individu tokoh di Kabupaten Mojokerto. Peran lain yang tidak kalah penting adalah fungsi promosi. Banyak desa di Kabupaten Mojokerto memiliki potensi besar di bidang pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, maupun budaya lokal. Namun, potensi tersebut sering kali belum dikenal secara luas karena keterbatasan akses promosi.
Dalam konteks Indonesia yang sedang mendorong pembangunan dari pinggiran, kehadiran Rubrik Desa di Jawa Pos Radar Mojokerto menjadi semakin penting sebagai mitra strategis dalam mewujudkan Desa Terdepan untuk Indonesia.
------------------------------------
Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I.
Staf Khusus Menteri Desa & PDT
Editor : Imron Arlado