JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tanggal 21 Mei kembali diperingati sebagai hari Reformasi di Indonesia. Momen ini menjadi pengingat atas peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1998 yang mendorong lahirnya era reformasi.
Peristiwa reformasi 1998 menjadi salah satu titik penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Krisis ekonomi yang melanda Asia pada saat itu dikarenakan oleh nilai Rupiah anjlok dan harga kebutuhan pokok melonjak.
Gelombang aksi mahasiswa terjadi di berbagai daerah, ribuan mahasiswa turun untuk menyuarakan tuntutan reformasi. Mulai dari pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), kebebasan berpendapat hingga perbaikan sistem pemerintahan.
Salah satu peristiwa yang paling dikenang adalah tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang menewaskan sejumlah mahasiswa saat melakukan demonstrasi. Puncak reformasi terjadi pada 21 Mei 1998 ketika Presiden Soeharto resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah memimpin Indonesia selama 32 tahun. Setelah itu, Indonesia memasuki era baru yang dikenal sebagai Era Reformasi
Baca Juga: Ringkus Dua Pengedar, Polisi Amankan Sabu 36,4 gram
sejak Reformasi bergulir, berbagai perubahan besar mulai terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah kebebasan pres yang semakin terbuka, jika pada masa sebelumnya media mendapatkan pengawasan yang ketat, setelah reformasi ini masyarakat memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan pendapat dan kritik mereka.
Perubahan juga terlihat dalam sistem politik, Indonesia mulai menerapkan pemilu yang lebih demokratis dengan pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat sejak tahun 2004. Selain itu, pembatasan masa jabatan presiden juga hanya menjadi maksimal dua periode saja.
Perubahan juga terjadi di pemerintah daerah, kini memiliki kewenangan lebih luas dalam mengatur wilayahnya masing-masing, termasuk dalam pengelolaan anggaran dan pembangunan daerah. Meski begitu, banyak pihak menilai perjalanan reformasi masih menghadapi berbagai tantangan. Isu korupsi, kesenjangan sosial, hingga masalah hukum dan demokrasi masih menjadi perhatian masyarakat hingga saat ini. TISA
Editor : Imron Arlado