Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Drainase Mojolebak-Parengan Dinormalisasi

Khudori Aliandu • Rabu, 22 April 2026 | 12:47 WIB
DIKERUK: Ekskavator dikerahkan untuk menormalisasi saluran drainase di Desa Mojolebak-Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
DIKERUK: Ekskavator dikerahkan untuk menormalisasi saluran drainase di Desa Mojolebak-Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

 

 

Pemkab Atasi Banjir Langganan di Kecamatan Jetis 

KABUPATEN - Pemkab Mojokerto melakukan penanganan banjir luapan yang kerap terjadi di Kecamatan Jetis. Saluran drainase Mojolebak-Parengan sepanjang 177 meter dinormalisasi untuk mengantisipasi kembali terjadinya banjir yang menggenangi badan jalan. 

PPTK Pemeliharaan Drainase DPUPR Kabupaten Mojokerto Moch. Faqih menuturkan, normalisasi dilakukan selama tiga hari. Mulai Rabu (15/4) hingga Jumat (17/4) lalu. Alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimen yang menutup saluran air tepi jalan sepanjang 177 meter dan lebar sekitar 2,2 meter tersebut. 

”Jadi saluran ini didalamkan menjadi 1,8 meter dari yang sebelumnya nol meter karena tertutup endapan,” jelasnya, kemarin (21/4). Dia menyebut, normalisasi pada saluran sepanjang ratusan meter tersebut sekaligus menindaklanjuti laporan warga terkait banjir luapan yang berulang terjadi ketika hujan turun. 

Permasalahan itu, menurut Faqih, dipicu pendangkalan saluran drainase. Akibat arus banjir luapan yang membawa sampah dan sedimen dari area perkampungan, persawahan, hingga tanah hutan di sekitar lokasi. ”Penanganan seperti ini sebelumnya juga sudah dilakukan pada Februari 2025 lalu,” beber Faqih. 

Selain mengeruk sedimen, dinas PUPR memasang trucuk dan gedek sepanjang 12 meter di Jembatan Parengan. Agar bagian jembatan tidak terus tergerus debit air saat banjir terjadi.  ”Karena bagian jembatan yang mulai rusak, terutama railing-nya. Pemasangan trucuk ini juga untuk memperpanjang usia dari normalisasi ini,” ungkapnya. 

Pengerukan sedimen ini diharapkan mampu mengantisipasi kembali terjadinya banjir luapan yang kerap merendam ruas jalan Desa Mojolebak-Parengan. Lantaran kapasitas tampung air drainase kini dirancang agar tidak sampai meluap ke badan jalan. (vad/ris)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#drainase dinormalisasi #drainase rusak #drainase mojokerto