KOTA MOJOKERTO - Warga melihat kejuaraan dayung dari atas Jembatan Rejoto di kompleks Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Minggu (19/4). Namun, event tingkat Jawa Timur yang digelar Pemkot Mojokerto sejak 17 April hingga Senin (20/4) tersebut sempat menjadi sorotan warga.
Di antaranya terkait sepinya kunjungan wisatawan susur Sungai Ngotok menggunakan perahu wisata. Bahkan, fasilitas perahu wisata di area jembatan yang disiapkan kondisi kini memprihatinkan dan tidak beroperasi alias mangkrak.
”Padahal, beberapa bulan lalu Pemkot Mojokerto resmi merilis layanan ini dengan tarif tiket sebesar Rp 20 per orang. Sayangnya, sepi peminat sejak hari pertama beroperasi. Awalnya semangat sekali ada perahu, tapi setelah tahu tiketnya Rp 20 ribu, warga mikir dua kali. Sekarang malah cuma dibiarkan begitu saja di pinggir sungai,” ujar Naryo, warga Kota Mojokerto.
Ironisnya, di tengah terbengkalainya proyek perahu wisata susur tersebut, pemkot justru lebih memilih menggelar agenda tahunan kejuaraan dayung di lokasi yang sama. Langkah ini memicu kritik dari sebagian masyarakat yang menilai pemerintah hanya fokus pada seremoni sesaat daripada serius mengelola aset wisata bahari yang ada.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Keberangkatan Bus Trans Jatim Koridor Mojokerto-Surabaya
Seperti diketahui, tahun 2023 silam, pemkot mengalokasikan anggaran Rp 1,3 miliar untuk pengadaan 15 unit perahu TBM. Rinciannya, sepuluh perahu bercat merah berbahan fiber berkapasitas 7 hingga 8 orang seharga Rp 1 miliar atau setara Rp 100 juta per unit. Sedangkan lima perahu berwarna biru berbahan kayu yang muat 4 orang dibeli Rp 300 juta atau setara Rp 60 juta per unit.
Di akhir Juli 2025, DPRD Kota Mojokerto sempat menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan mendapati kondisi lima perahu yang didatangkan dari Banyuwangi ini dibiarkan rusak dan mangkrak. Sidak ke lapangan ini terkait dengan rencana pembangunan lanjutan berupa pembuatan shelter atau dermaga untuk mendukung wahana susur sungai.
Dalam P-APBD yang disetujui Agustus 2025 itu, anggaran proyek lanjutan TBM tersebut diplot Rp 440 juta. Atas temuan ini, kelima perahu lantas dievakuasi pemkot melalui disporapar ke Gedung Penyimpanan Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.
’’Untuk yang rusak-rusak nanti dibawa ke Banyuwangi dan diperbaiki lagi di sana. Karena garansinya memang tidak terbatas,’’ ucap Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Rino Aristia Dwi Cahyono, Agustus 2025 lalu. (fan/ris)
Editor : Imron Arlado